Besok, Topan Terkuat di Dunia Bakal Menghampiri Filipina, Ribuan Penduduk Dievakuasi

Topan ini masuk kategori topan terkuat yang melanda Filipina sejak topan Haiyan yang menewaskan lebih dari 6.300 orang pada November 2013 silam

Dok/DW.com
ILUSTRASI. Filipina memerintahkan evakuasi ribuan penduduk di bagian selatan Pulau Luzon, Sabtu (31/10), untuk antisipasi topan kategori 5. 

TRIBUN-BALI.COM - Pejabat Pemerintah Filipina memerintahkan evakuasi terhadap ribuan penduduk di bagian selatan pulau utama Luzon, Sabtu (31/10/2020), untuk antisipasi badai kategori 5 yang terkuat di dunia sedang mendekati wilayah Filipina.

Topan Goni, dengan angin berkecepatan 215 kilometer per jam (133 mil) dan hembusan hingga 265 kilometer per jam (164 mph), akan menerjang Filipina pada Minggu besok.

Topan ini masuk kategori topan terkuat yang melanda Filipina sejak topan Haiyan yang menewaskan lebih dari 6.300 orang pada November 2013 silam.

Evakuasi pencegahan telah dimulai di komunitas pesisir dan rawan longsor di Provinsi Camarines Norte dan Camarines Sur.

Baca juga: Waspada La Nina, Ini Sejumlah Daerah yang Berpotensi Alami Banjir pada November 2020 - Januari 2021

Baca juga: Andrea Dovizioso Sebut Franco Morbidelli Bisa Jadi Penantang Juara MotoGP 2020

Baca juga: Setelah Jual Celana Dalam Bekas, Dinar Candy Diminta Berhijab dan Akhiri Masa Lajang Bareng Ustaz

Sementara, pemerintah Provinsi Albay akan memerintahkan penduduk di daerah berisiko untuk meninggalkan rumah mereka, Gremil Naz, kata seorang pejabat bencana setempat kepada stasiun radio DZBB .

Topan Molave pada ​​pekan lalu menewaskan 22 orang, sebagian besar akibat tenggelam di provinsi-provinsi di selatan ibu kota Manila, yang juga merupakan jalur yang kemungkinan dilewati topan Goni, badai tropis ke-18 di negara itu.

Pihak berwenang menghadapi rintangan lain karena jarak sosial perlu diberlakukan di pusat-pusat evakuasi untuk mencegah penyebaran virus corona.

Di Asia Tenggara, Filipina memiliki jumlah infeksi corona tertinggi kedua di sekitar 380.000 kasus dan lebih dari 7.000 kematian, setelah Indonesia.

Menipisnya dana bencana

Barang bantuan, mesin berat dan alat pelindung diri sudah ditempatkan di daerah-daerah utama Filipina. Grace America, Walikota Infanta di Provinsi Quezon mengatakan kepada radio DZBB, karena ada pandemi corona, anggaran untuk masalah bencana tidak mencukupi.

Pejabat lokal membatalkan operasi pelabuhan dan melarang nelayan untuk berlayar.

Topan Goni, bergerak ke barat dengan kecepatan 20 kilometer per jam (12 mph) dari Samudra Pasifik, akan membawa hujan deras di atas ibu kota Manila dan 14 provinsi di sekitarnya pada Sabtu malam, dan ancaman banjir dan tanah longsor, menurut badan cuaca negara itu.

Sekitar 20 topan melanda Filipina setiap tahunnya.(*)

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved