Breaking News:

Pilkada Serentak

Ada 109 TPS Sinyalnya Buruk, Bawaslu Ingatkan KPU Perkuat Fasilitas Internet di Wilayah Terpencil

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tabanan telah melakukan survei mengenai kawasan rawan terjadi blank spot di Tabanan.

Tribun Bali
Ilustrasi Pilkada Tabanan 2020. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tabanan telah melakukan survei mengenai kawasan rawan terjadi blank spot di Tabanan.

Tercatat ada empat kecamatan yang terdapat kawasan tersebut seperti Baturiti, Penebel, Pupuan, dan Selemadeg Barat.

Kawasan blank spot ini nantinya bisa berdampak terhadap kesulitan saat meng-input data e-rekap seusai pemilihan.

Sehingga diharapkan, penyelenggaran Pilkada Tabanan ini menyiapkan solusi, misalnya dengan penambahan alat wifi yang nantinya bisa memudahkan petugas di lapangan dan tidak menimbulkan hal yang tak diinginkan.

Baca juga: Operasi Zebra Lempuyang 2020, Polisi Sasar Pengendara di Simpang Gatsu-Cokroaminoto Dengan Ciri Ini

Baca juga: Dituntut 3 Tahun Penjara, Jerinx Tantang Pihak yang Ingin Memenjarakan Datang ke Sidang

Baca juga: Genjot Fisik Sebelum Tur Solo-Yogja, Mitra Devata Jalani Empat Match Beruntun di Bali

Menurut Komisioner Bawaslu Tabanan, I Ketut Narta, sebelum pelaksanaan kampanye ini pihaknya bersama tim di lapangan telah melakukan survei ke semua wilayah guna memastikan penerapan e-rekap di Tabanan bisa berjalan lancar.

Namun nyatanya, pihak Bawaslu justru menemukan sejumlah wilayah terutama pelosok yang masuk kawasan blank spot atau susah sinyal.

"Yang paling rawan itu Pupuan, Selemadeg Barat, Baturiti dan Penebel. Sejumlah titik di kawasan ini rawan tak terjangkau sinyal yang baik. Bahkan dulu temen kami ketika bekerja atau hendak mengirim laporan pengawasan di kawasan tersebut harus keluar lokasi dulu untuk mencari sinyal dulu. Sehingga ini perlu pertimbangan KPU ketika menerapkan e-rekap itu, untuk wilayah yang rawan blank spot harus ada kajian," ungkapnya.

Baca juga: Dipepet hingga Lipstik Jatuh, Perjalanan Indonesian Women Riders, Komunitas Wanita Pencinta Motor

Baca juga: Kiprah Akademi Bali United Mataram NTB yang Dirintis Sejak 2017 Lalu

Baca juga: BREAKING NEWS Massa Aksi Unjuk Rasa Forkom Taksu Bali Mulai Berdatangan di Lapangan Puputan Renon

Selain itu, kata dia, pihak penyelenggara juga harus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yakni KPPS harus banyak mengikuti bimtek terkait penerapan e-rekap tersebut.

Sehingga, hasilnya nanti sesuai dengan rencana awal agar nantinya tidak terjadi kendala di belakang

"Saat ini KPU sudah survei kemarin. Hasil koordinasi dengan KPU, pihaknya akan melakukan penguatan sinyal di daerah tersebut. Karena kawasan blank spot ini masuk tiga kategori terkait indeks kerawan Pilkada. Jika ingin penerapan e-rekap ini maksimal dan efisien, KPU harus memiliki perangkat pendukung," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved