Sidang Lanjutan, Hari Ini Jerinx Hadapi Tuntutan Tim Jaksa

I Gede Ary Astina alias Jerinx (JRX) kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (3/11/2020).

Tribun Bali/Rizal Fanany
Penggebuk drum band Superman Is Dead (SID), I Gede Ary Astina alias Jerinx menjalani sidang agenda pemeriksaan terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian 'IDI Kacung WHO' di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (27/10/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - I Gede Ary Astina alias Jerinx (JRX) kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (3/11/2020).

Drummer band Superman Is Dead (SID) akan menghadapi tuntutan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait perkara dugaan ujaran kebencian yang dilaporkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali.

"Hari ini agenda sidangnya pembacaan surat tuntutan oleh tim jaksa," jelas Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, Wayan Eka Widanta saat dikonfirmasi.

Baca juga: Unduh di Sini, Isi Lengkap UU Cipta Kerja Final 1.187 Halaman yang Sudah Diteken Jokowi

Baca juga: Massa Tiba di Pelabuhan Tri Buana Kusamba, Naik Truk Menuju Monumen Puputan Dikawal Polisi

Baca juga: Jadwal Acara Belajar dari Rumah Selasa 3 November 2020, Ada Tayangan 3 Film Nasional

Pria yang juga menjadi anggota tim jaksa penuntut dalam perkara Jerinx ini menyatakan, pembacaan surat tuntutan telah sesuai dengan jadwal yang diagendakan majelis hakim.

"Di awal sidang, majelis hakim telah menyusun agenda sidang. Sesuai jadwal agendanya tuntutan," terang Eka Widanta.

Diberitakan sebelumnya, tim jaksa yang dikoordinasi oleh Jaksa Otong Hendra Rahayu mendakwa Jerinx dengan dakwaan alternatif.

Baca juga: Otoritas Austria Lakukan Perburuan Besar-besaran, Merespon Serangan Teroris yang Tewaskan 7 Orang

Baca juga: BREAKING NEWS - Aparat Gabungan hingga Pecalang di Klungkung Bersiaga Jelang Aksi Damai AWK

Baca juga: Kalah Taruhan Main PS, Warga Gambia Ini Naik Pitam dan Bunuh Rekannya di Apartemen

Dakwaan Pertama disebutkan, bahwa Jerinx dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi berupa postingan atau unggahan pada akun instagramnya pada tanggal 13 Juni 2020 dan 15 Juni 2020.

Jerinx telah mem-posting/mengunggah gambar dan/atau tulisan yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan Suku, Agama, Ras dan Antargolongan ( SARA).

Perbuatan terdakwa Jerinx sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 54A ayat (2) UU No.19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Baca juga: Uang Tabungannya Diambil dan Sakit Hati Sering Dipukuli, Istri di Pasuruan Ini Bunuh Suaminya

Baca juga: Menteri Tito Tegur 67 Pemda, Ketegasannya Didukung DPR dan Pemantau Pemilu

Baca juga: Anggota Banggar Wandira Ragu dengan Target PAD Buleleng 2021, Bisa Tidak Tercapai

Atau dakwaan Kedua, Jerinx dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik.

Berupa postingan atau unggahan pada akun instagramnya pada tanggal 13 Juni 2020 dan 15 Juni 2020.

Jerinx telah mem-posting/mengunggah gambar dan/atau tulisan yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Bali.

Perbuatan Jerinx dinilai melanggar Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) UU No.19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Eletronik jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved