Breaking News:

Jelang Akhir Tahun, Serapan Benih Ikan di Bangli Alami Penurunan

Minimnya serapan disinyalir akibat banyaknya restoran yang tutup lantaran terdampak wabah covid-19.

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Suasana budidaya benih ikan di BBI Sidembunut 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI  – Memasuki akhir tahun 2020, serapan benih ikan terasa semakin mengalami penurunan.

Minimnya serapan disinyalir akibat banyaknya restoran yang tutup lantaran terdampak wabah covid-19.

Kabid Perikanan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli I Wayan Agus Wirawan memaparkan pada tahun 2020 pihaknya ditarget 5,5 juta ekor benih ikan.

Terhitung hingga bulan Oktober, realisasinya sudah 4.585.000 ekor atau kurang lebih 83 persen.

Baca juga: Masuk dalam RAPBD, Pembangunan RKB di Dua SMP Jadi Prioritas Pemkab Badung di Tahun 2021

Baca juga: Sasar Pasar Intaran Sanur dan Pelabuhan Benoa, Tim Terpadu Covid-19 Nihil Temukan Pelanggaran

Baca juga: Update Covid-19 Bali, 4 November: Kasus Positif Bertambah 73 Orang, 77 Pasien Sembuh dan 1 Meninggal

Dikatakan pada situasi covid-19 serapan ikan di awal tahun cenderung tinggi. Termasuk dengan harga ikan yang mencapai Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu.

 “Harga tersebut bertahan sampai pertengahan bulan Juli,” ucapnya Rabu (4/11/2020).

Kendati demikian, terhitung pada bulan Agustus harga ikan mengalami penurunan drastis.

Di mana harga ikan di Keramba Jaring Apung (KJA) hanya Rp 24 ribu per kilo.

Kondisi ini diakui berimbas pada serapan benih ikan dari Balai Benih Ikan (BBI) yang diakui ikut mengalami penurunan.

 “Dengan turunnya harga ikan ini, stok ikan dibawah (BBI dan pendeder) banyak tidak terserap.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved