Rezha Suardana Luncurkan Mini Album Bertajuk 'The Great Miracle of the Universe'

Sepanjang bulan Maret hingga Mei lalu tak kurang dari 18 karya baru yang ditulis Rezha Suardana.

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Foto : Musisi Rezha Suardana bersama Ranny Swastika saat tampil duet dalam syukuran sederhana mini albumnya. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah merilis tiga single berturut-turut diantaranya lagu berjudul Seven Seas (Desember 2019), We Will See the Light (April 2020) dan Sally (Mei 2020), Rezha Suardana cenderung semakin produktif menulis lagu.

Sepanjang bulan Maret hingga Mei lalu tak kurang dari 18 karya baru yang ditulisnya.

Hingga kemudian Rezha memutuskan untuk fokus menggarap 5 karya dengan menggandeng Windu Estianto (Supersoda) diranah aransemen untuk menghasilkan nuansa yang lebih fresh dari rilisan sebelumnya.

Kolaborasi penulis lagu dan music-arranger ini kemudian diberi sentuhan mastering akhir oleh Ian Joshua Stevenson di Jos Music Lab.

Baca juga: Hasil Pilpres AS, 5 Negara Bagian Ini Jadi Penentu

Baca juga: Terbukti Rangkap Jabatan Jadi Pengurus MDA, DKPP RI Berhentikan Krisna sebagai Ketua KPU Karangasem

Baca juga: Polda Bali Periksa 5 Saksi Kasus Penganiayaan AWK

Seluruh proses kreatif, rekaman, mixing & mastering tersebut juga selalu melibatkan arahan duo-produser Richart Volx dan Igo Blado dari label The Blado Beatsmith.

"Secara personal, yang membuat saya sangat tertarik untuk memproduseri Rezha Suardana adalah justru karena kejujuran serta kesederhanaannya dalam menulis dan menyanyikan karya-karyanya”, ungkap Igo Blado, Rabu (4/11/2020) malam, disela peluncuran mini album Rezha Suardana yang diadakan di Warung Kopi Bhineka Muda Sanur, Bali.

Igo Blado & The Blado Beatsmith adalah label yang memproduksi album ' Lagu Kita Orang Indonesia' Ed Eddy & Residivis serta 'Beranda Taman Hati' Dialog Dini Hari di tahun 2008 silam.

Kelima karya baru tersebut ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris, diantaranya Morning Song, Since the Day, Lagu Hujan, Bukan Sekedar Rindu, serta Me and You yang kesemuanya menceritakan ungkapan rasa dan harapan pribadinya yang dirangkum dalam mini-album bertajuk 'The Great Miracle of the Universe'.

Selain melibatkan istrinya, Ranny Swastika untuk berduet dalam lagu 'Bukan Sekedar Rind' yang terdengar begitu riang, jujur dan menggemaskan.

Musisi kelahiran Denpasar, 14 April 1990 ini juga didukung oleh Erick Est dari EST Movie untuk penggarapan video-klip Morning Song yang dipilih sebagai single pertama.

“Saya merasa sangat beruntung dan bersyukur pada Tuhan dan semesta yang telah memberikan saya kemampuan berkesenian ini, saya juga tidak pernah berharap banyak kecuali selalu berusaha menggunakan berkat tersebut dengan sebaik-baiknya sehingga karya-karya saya kemudian bisa menghibur para pendengar di mana saja.” tutur Rezha.

Ia berharap bisa terus berkarya, menghasilkan karya-karya yang bisa memanjakan telinga dan hati para pendengar.

"Harapannya bisa mencurahkan isi hati ke semua pendengar, sampai ke semesta” imbuhnya.

Peluncuran album bernuansa pop-folk-country ke digital-platform ini dirayakan dengan acara syukuran sederhana di Warung Kopi Bhineka Muda Sanur.

Turut pula tampil Sindikat Rock Masa Kini [SRMK] dan imbuhan jam-session dari para sahabat musisi.(*).

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved