Breaking News:

602 Peneliti dan 84 Pengabdi Ikuti Senastek Unud 2020

Kegiatan dengan tema “Adaptasi Kebiasaan Baru Melalui Inovasi Sains, Teknologi, dan Humaniora” ini dilaksanakan secara daring melalui Cisco Webex Meet

Dokumentasi Unud
Universitas Udayana (Unud) menggelar Seminar Nasional Sains dan Teknologi (Senastek) pada 11-13 November 2020. Kegiatan dengan tema “Adaptasi Kebiasaan Baru Melalui Inovasi Sains, Teknologi, dan Humaniora” ini dilaksanakan secara daring melalui Cisco Webex Meeting dan Youtube Udayana TV 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Udayana (Unud) menggelar Seminar Nasional Sains dan Teknologi (Senastek) pada 11-13 November 2020.

Kegiatan dengan tema “Adaptasi Kebiasaan Baru Melalui Inovasi Sains, Teknologi, dan Humaniora” ini dilaksanakan secara daring melalui Cisco Webex Meeting dan Youtube Udayana TV.

Senastek 2020 diikuti 602 peneliti dan 84 pengabdi yang berpartisipasi dalam presentasi oral secara virtual yang sebagian besar merupakan pemenang hibah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Dikti.

Seminar ini dibagi menjadi tujuh topik, yaitu sosial dan humaniora; ketahanan pangan; kesehatan dan obat-obatan; teknologi material dan energi terbarukan; teknologi komunikasi dan informasi; infrastruktur dan pemukiman, serta sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Baca juga: Kabar Terbaru Kasus Ikan Asin, Rey Utami Bebas, Bagaimana Pablo Benua dan Galih Ginanjar?

Baca juga: Diberi Kesempatan Kedua Masuk Timnas U-19 Indonesia, Pemain Ini Janji Tak Akan Ulangi Kesalahan

Baca juga: Juventus dan PSG Akan Barter Ronaldo-Neymar pada 2021?

 Rektor Unud, Anak Agung Raka Sudewi mengatakan, Senastek 2020 sebagai media berinteraksi dan berkolaborasi bagi para peneliti, sehingga inovasi-inovasi riset dapat lahir guna meningkatkan pembangunan masyarakat.

“Kami berharap agar kegiatan ini dapat menghasilkan inovasi, terutama dalam menghadapi dan memecahkan berbagai permasalahan di berbagai sektor untuk bisa segera pulih dan bangkit kembali dari pandemi Covid-19,” tuturnya.

Ketua LPPM Unud, I Gede Rai Maya Temaja mengatakan, Senastek merupakan agenda akademik untuk mendesiminasikan dan menyosialisasikan hasil penelitian dan pengabdian dari peneliti di Unud dan berbagai institusi di seluruh Indonesia.

Dengan diseminasi hasil penelitian dan pengabdian, pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat diimplementasikan di masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami berharap dapat menjadi kesempatan bagi peneliti untuk meningkatkan komunikasi, kerjasama dan jejaring dengan para peneliti di seluruh Indonesia,” harapnya.

Kegiatan hari pertama diisi dengan dua sesi plenary session.

Plenary session pertama menghadirkan beberapa narasumber, di antaranya Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Riset Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek-BRIN), Heri Hermansyah; Wakil Rektor Bidang Akademik Unud, I Nyoman Gde Antara; dan Adjunt Professor Gillings School and Public Health, University of North Carolina Chapel Hill, Juhaeri Muchtar.

Pada plenary session kedua menghadirkan dua orang narasumber, yaitu Chief Economist PT. Sarana Multi Infrastruktur (Persero), I Kadek Dian Sutrisna Artha dan Kepala Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Gajah Mada, Novi Kurnia.

Sementara itu, pelaksanaan kegiatan hari kedua dan ketiga diisi dengan diseminasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian dari para peneliti. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved