Breaking News:

Demo AWK

GNA Dicerca 20 Pertanyaan Oleh Penyidik Seputar Demo di Kantor DPD RI Bali, Ini Pengakuannya

Seorang anggota Perguruan Sandhi Murti, GNA, usai menjalani panggilan Ditreskrimum Polda Bali untuk klarifikasi dengan status sebagai saksi

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Tim Advokat Komponen Rakyat Bali saat mendampingi anggota perguruan Sandhi Murti, GNA, memenuhi panggilan klarifikasi, di Mapolda Bali, pada Rabu (11/11/2020).  


Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seorang anggota Perguruan Sandhi Murti, GNA, usai menjalani panggilan Ditreskrimum Polda Bali untuk klarifikasi dengan status sebagai saksi di Mapolda Bali, Denpasar, Bali, pada Rabu (11/11/2020).

Dalam pemeriksaan yang berlangsung hampir selama 4 jam itu, GNA yang didampingi kuasa hukumnya dicerca 20 pertanyaan oleh tim penyidik mengenai kegiatan di Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Bali, pada 28 Oktober 2020 lalu.

Rombongan Tim Advokat bersama GNA mulai tiba di Ditreskrimum Polda Bali sekira pukul 10.33 Wita, namun pemeriksaan baru mulai dijalani pukul 13.00 Wita hingga usai sekitar 16.30 Wita.

Seperti disampaikan Koordinator Tim Advokat Komponen Rakyat Bali, Anak Agung Ngurah Mayun Wahyudi yang dijumpai Tribun Bali usai mendampingi GNA di Mapolda Bali.

"Pertanyaannya menyangkut tentang kegiatan di Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Bali, tanggal 28 Oktober 2020 lalu. Dari mana peristiwanya, siapa yang ikut kegiatan pada saat itu, ya seputar itu, ada 20 pertanyaan," kata Ngurah Mayun.

Baca juga: Anggota Perguruan Sandhi Murti yang Datang Ke Polda Bali Karena Laporan AWK Berinisial GNA

Baca juga: Hari Ini Terlapor Dugaan Penganiayaan Pada AWK Dipanggil ke Polda Bali

Baca juga: Dilaporkan ke Badan Kehormatan DPD RI Oleh 35 Organisasi, AWK: Silakan Saja

Pihaknya menegaskan, dalam proses klarifikasi, saudara GNA menyatakan tidak melakukan hal seperti yang dipertanyakan penyidik terkait video dalam aksi unjuk rasa tersebut.

"Tidak ada melakukan hal seperti yang disampaikan di video itu, situasi pada saat itu begitu kacau, menurut keterangan yang diperiksa dia menyatakan tidak melakukan yang dimaksud dalam video tersebut," ujarnya.

Disinggung terkait agenda pemanggilan kembali, Tim Kuasa Hukum memastikan bakal bersifat kooperatif terhadap penyidik dari Polda Bali jika ada pemanggilan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved