Breaking News:

Demo AWK

Kuasa Hukum Sebut Anggota Sandhi Murti Tak Melakukan Pemukulan Terhadap AWK, Lupa, Seperti Kerasukan

Advokat Komponen Rakyat Bali I Nengah Yasa Adi Susanto menegaskan bahwa kliennya GNA, anggota perguruan Sandhi Murti, tidak melakukan tindak pemukulan

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Tim Advokat Komponen Rakyat Bali, I Nengah Yasa Adi Susanto (kanan) 


Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Advokat Komponen Rakyat Bali I Nengah Yasa Adi Susanto menegaskan bahwa kliennya GNA, anggota perguruan Sandhi Murti, tidak melakukan tindak pemukulan terhadap Anggota DPD RI Bali, Arya Wedakarna (AWK)

Hal itu seperti kliennya nyatakan di hadapan penyidik dari Reskrimum Polda Bali saat memenuhi panggilan untuk dimintai keterangan klarifikasi di Mapolda Bali, pada Rabu (11/11/2020).

"Iya dari penyidik mengajukan 20 pertanyaan, salah satunya menanyakan dan menunjukkan bukti rekaman video pemukulan, klien saya merasa benar bahwa itu dirinya, tapi dia tidak merasa memukul atau menyentuh AWK," kata dia.

Ia menjelaskan, dalam demonstrasi di Kantor DPD RI Bali tersebut terjadi kegaduhan, masyarakat terpancing sisi emosionalnya saat melihat AWK menantang dan mengacungkan kepalan tangan di hadapan massa.

"Ada banyak masyarakat saat itu histeris, mungkin juga karena mereka merasa agama atau kepercayaannya dilecehkan oleh Wedakarna, sehingga terjadi kegaduhan saling dorong, klien kami lupa apa yang terjadi dia tidak ingat apa-apa, makanya dia tidak pernah merasa melakukan pemukulan atau apa," sebutnya.

Baca juga: BREAKING NEWS - Pagi Ini Polda Bali Panggil Terlapor Dugaan Tindak Pemukulan Arya Wedakarna

Baca juga: GNA Dicerca 20 Pertanyaan Oleh Penyidik Seputar Demo di Kantor DPD RI Bali, Ini Pengakuannya

Baca juga: Anggota Perguruan Sandhi Murti yang Datang Ke Polda Bali Karena Laporan AWK Berinisial GNA

Kliennya, GNA, mengaku kaget setelah melihat video ada dirinya di situ. GNA tidak menampik bahwa itu benar dirinya, namun menyanggah tudingan pemukulan terhadap AWK.

"Dia (klien) baru tahu, kaget ketika melihat video, loh kok ada saya itu, padahal dia sendiri tidak merasa melakukan pemukulan itu, dia bilang tidak memukul, kalau memukul sudah dia pukul, sesuai dengan video kan kayak nyemash ke kepala, tidak ada melakukan itu dia bilang," bebernya.

"Setelah diperlihatkan video, dia (klien) bilang itu memang wajah saya di sana, tapi saya (klien) tidak pernah merasa melakukan perbuatan pemukulan terhadap Wedakarna," imbuhnya

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved