Tujuh Gepeng Asal Tianyar Barat Terjaring Satpol PP Denpasar, Lalu Diserahkan ke Dinsos Karangasem

Ketujuh gepeng tersebut langsung diserahkan ke Dinas  Sosial (Dinsos) Karangasem, Selasa (10/11/2020) siang hari.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Saiful Rohim
Dinsos Denpasar menyerahkan gepeng asal Kecamatan Kubu, Karangasem ke Dinsos Kab. Karangasem, Selasa (10/11/2020) kemarin. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Tujuh orang gelandangan & pengemis (gepeng) berasal  dari Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Karangasem terjaring Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar saat beraksi.

Ketujuh gepeng tersebut langsung diserahkan ke Dinas  Sosial (Dinsos) Karangasem, Selasa (10/11/2020) siang hari.

Kabid Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial (Dinsos) Karangasem, I Wayan Sukerena, mengungkapkan, tujuh gepeng diamankan lantaran meresahkan warga sekitar. Terutama pengendara yang akan melintasi di jalanan.

 Ditambah lagi karena pandemi COVID - 19, dan untuk menekan penyebaran COVID di Bali.

Baca juga: Percepat Pemulihan Ekonomi, Pemkab Badung Sambut Positif Jika Penerbangan Internasional Dibuka

Baca juga: Polresta Denpasar Ungkap Kasus Peredaran Narkoba, Satu dari Delapan Tersangka Adalah WNA Australia

Baca juga: Terima Bantuan & Penghargaan dari PMI Klungkung, Veteran Ini Ceritakan Perjuangannya saat Bela NKRI

"Mereka diamankan karena meresahkan pengendara, dan pandemi COVID. Mereka diamankan saat beraksi di sekitar jalan. Diserahkan ke Dinas Sosial Karangasem pukul 12.30 wita. Dua orang ibu - ibu, dan lima orang anak - anak," jelas Kabid Resos, Wayan Sukerena, Rabu (11/11/2020) siang haari.

Ditambahkan, gepeng yang dilimpahkan Dinsos Denpasar tersebut tiap tahun terjaring petugas.

Beberapa kali diberikan arahan dan diminta membuat surat pernyataan, serta dibina petugas.

Ketujuh gepeng tersebut langsung diantar ke rumahnya.

Pihaknya meminta ke prajuru dan perangkat desa untuk tetap mengawasi dan memberikan arahan ke warga bersangkutan agar tidak menggepeng lagi.

Kemungkinan ketujuh gepeng ini warga yang belum dapat bantuan dari Kemensos.

"Kita juga sudah  berkoordinasi dengan perangkat desa, dan yayasan yang membina supaya mengawasi warganya agar tidak mengepang. Apalagi penyebaran COVID - 19 makin menjadi - jadi,"akui Sukerena.

Sampai hari ini pelimpahan gepeng dari Kabupaten lain sudah berkurang drastis.

Jumlah warga Karangasem yang masih menggepeng diperkirakan masih 50 sampai 100 orang.

Warga yang menggepeng kemungkinan karena belum mendapat bantuan dari pemerintah.

Baca juga: Soal Sejumlah Fasilitas Bandara Soetta Rusak Saat Penyambutan Rizieq Shihab, Ini Respon PA 212

Baca juga: Seorang Guru SD Nekat Naik ke Atap Rumah untuk Mencari Sinyal

Baca juga: Update Covid-19 di Bali 11 November 2020: Kasus Positif Bertambah 93 Orang, Sembuh 53 Orang

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved