Breaking News:

Mirip Ngaben Pada Umumnya, Begini Prosesi Ngaben Bikul, Jalur Niskala Mengusir Hama Tikus di Sawah

Pemkab Badung gelar Ngaben Bikul. Mirip Ngaben pada umumnya, begini prosesi Ngaben Bikul, jalur niskala mengusir hama tikus di sawah.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi - Lelakut dengan bantennya. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Pemkab Badung telah menetapkan hari baik untuk melaksanakan ngaben bikul.

Subak di Kabupaten Badung pun mulai melaksanakan meboros atau menangkap belut atau tikus yang akan di-aben.

Setiap subak di Badung harus membawa bikul jantan dan betina untuk di-aben.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung, Wayan Wijana saat dikonfirmasi mengatakan, kini subak disarankan untuk menangkap tikus yang akan di-aben.

Setiap subak akan menangkap tikus sepasang yakni jantan dan betina.

“Proses penangkapan tikus pun juga melakukan hari baik. Sehingga proses pengabenan tikus yang merupakan hama di sawah bisa dilaksanakan dengan baik,” jelasnya.

Saat meboros bikul, subak diminta untuk melakukan atur piuning atau memohon keselamatan.

Proses meboros yang dilakukan oleh masing-masing subak dikoordinir langsung oleh Majelis Madya Subak Kabupaten Badung.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung, Wayan Wijana saat melakukan prosesi meboros bikul di Subak Cemagi Mengwi beberapa hari lalu
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung, Wayan Wijana saat melakukan prosesi meboros bikul di Subak Cemagi Mengwi beberapa hari lalu (Istimewa)

“Ritual menangkap tikus sebagai sarana ngaben bikul tidak boleh dilakukan sembarangan namun dilakukan sesuai pengider arah mata angin dan diupayakan untuk mendapatkan bikul jantan dan betina,” tegasnya kembali.

“Paling terakhir atau paling lambat dikumpulkan kepada panitia pada tanggal 18 November 2020 di Pantai Seseh, Kecamatan Mengwi Badung,” jelasnya.

Halaman
123
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved