Kafe Es Krim Gelato di Ubud Ludes Terbakar, Belum Genap Dua Pekan Dibuka, Kerugian Rp 2,5 Miliar

Sebuah kafe es krim gelato di Jalan Raya Kengetan, Desa Singakerta, Ubud, ludes terbakar. Belum genap dua pekan dibuka, Kerugian Rp 2,5 miliar.

Dok. Istimewa
Sebuah kafe es krim gelato di Jalan Raya Kengetan, Desa Singakerta, Ubud, ludes terbakar, Sabtu (14/11/2020) pukul 23.00 wita. Belum Genap Dua Pekan Dibuka, Kerugian mencapai Rp 2,5 Miliar. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sebuah kafe es krim gelato di Jalan Raya Kengetan, Desa Singakerta, Ubud, ludes terbakar, Sabtu (14/11/2020) pukul 23.00 wita.

Kerugian yang dialami pemilik, I Nyoman Birit asal Bangli ini mencapai Rp 2,5 miliar.

Ironisnya, kafe ini baru dibuka 6 November 2020 alias belum genap dua pekan.

Penyebab kebakaran belum diketahui.

Namun jikapun dibakar oleh seseorang, Birit mengaku akan memaafkan.

Kepada wartawan, Minggu (15/11/2020), I Nyoman Birit tidak mengetahui secara pasti bagaimana kejadian tersebut bermula.

Baca juga: Cuaca di Bali Terasa Sangat Panas & Bikin Gerah Beberapa Hari Terakhir, Ini Penjelasan BMKG Denpasar

Sebab saat ia mendapatkan telepon dari temannya, dan tiba di TKP, ia mendapati sudah banyak petugas pemadam kebakaran yang berusaha memadamkan api di kafe yang lokasinya jauh dari pemukiman tersebut. 

"Saya percisnya kurang tahu, soalnya ada teman yang nelpon. Sampai di sini sudah banyak pemadam kebakaran. Kafe ini baru tanggal 6 saya soft opening," ujarnya.

Terkait kerugian, Birit mengantakan, diperkirakan sekitar Rp 2,5 miliar.

Besarnya kerugian ini, kata dia, ada pada mesin.

"Kerugiannya, banyak sekali. Di sisi bangunan semua hancur. Dan kerugian paling besar itu di mesin. Karena mesin gelato itu harganya sampai di atas Rp 1 miliar. Kalau sampai bangunan (total kerugian) sampai Rp 2,5 miliar," ungkapnya.

Baca juga: Warga Tebongkang Ubud Gotong Royong Urus Ternak Babi, Pemiliknya Masih Jalani Karantina Covid-19

Saat ditemui, Birit mengaku belum berpikir untuk melaporkan kejadian ini secara resmi ke pihak kepolisian, meskipun saat kejadian banyak polisi yang datang ke TKP.

Iapun tidak mau memusingkan hal ini, dan menerimanya sebagai musibah. 

"Saya tak ingin berpikir terlalu jauh, saya simpel saja. Adaikan ada orang melakukan ini, saya maafkan. Sebab, kalaupun orangnya ditangkap, apa yang saya dapatkan? Saya juga berpikir soal keluarganya. Ya kalau orang yang membakar ini misalnya sendiri, tapi kalo dia punya istri, anak, dan orang tua. Saya berpikir positif saja.  Saya akan maafkan, saya tidak akan tuntut," tandasnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Satpol PP Gianyar, Made Watha mengatakan, informasi kebakaran diterimanya dari seorang warga melalui telepon sekitar pukul 23.00 Wita.

Baca juga: Terkait RUU Larangan Minuman Beralkohol, Koster: Nggak Akan Jadi Itu

Saat itu pihaknya langsung menurunkan empat unit mobil pemadam kebakaran.

"Kami tiba di lokasi pukul 23.07 Wita. Saat berada di lokasi, api sudah menjalar ke semua bangunan dan api relatif besar," ujar Watha. 

Kata Watha, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini. Material terbakar berupa bangunan 6,5 meter x 30 meter.

"Tidak ada korban jiwa. Penyebab kebakaran belum diketahui, masih dalam penyelidikan. Lama pemadaman 1 jam 14 menit," tandasnya. (*)
 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved