Breaking News:

Citizen Journalism

Dewi Osing Kemiren, Penggerak Pariwisata Banyuwangi

Desa Wisata (Dewi) merupakan salah satu bentuk community based tourism yang banyak dikembangkan di Indonesia, salah satunya adalah Dewi Osing Kemiren,

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
https://www.banyuwangikab.go.id
Dewi Osing Kemiren, yang terletak di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur 

Agenda kegiatan asesmen lapangan dimulai pada Pukul  08.30 sampai dengan Pukul.17.00, diawali dengan acara  pembukaann asessmen oleh bapak David Makes sebagai auditor Daring, kemudian  diikuti dengan pembacaan code of conduct oleh Ibu Dr. Diena M Lemy sebagai auditor Luring, dan selanjutnya paparan kegiatan Dewi Osing Kemiren oleh mas Edi selaku pengelola Dewi dan pokdarwis. Acara dihadiri oleh Ketua Adat Osing Kemiren  Suhaimi,  Kepala Desa Kemiren Muhamad Arifin, Camat Glagah Astorik, S. Sos, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi MY. Bramuda, S.Sos, MBA, MM, dan perwakilan dari pemangku kepentingan pariwisata Banyuwangi.

Asesmen lapangan yang dilakukan adalah untuk menilai pengelolaan desa wisata berkelanjutan berdasarkan 4 kriteria ISTC, yaitu Pengelolaan Destinasi Pariwisata Berkelanjutan, Pemanfaatan Ekonomi Bagi Masyarakat Lokal, Pelestarian Budaya Bagi Masyarakat dan Pengunjung serta Pelestarian Lingkungan.         

Proses penandatangan Berita Acara Asesmen Lapangan
Kunjungan Lapangan Desa Wisata Osing Kemiren (Dok Pribadi)

Indikator ISTC terkait new normal pada masa pandemik ini, terdapat pada kategori Pemanfaatan Ekonomi Bagi Masyarakat Lokal sub kategori Keselamatan dan Keamanan, disebutkan bahwa destinasi memiliki sistem untuk memonitor, mencegah, melaporkan secara terbuka kepada umum, dan menanggapi bahaya kejahatan, keamanan dan kesehatan yang memenuhi kebutuhan pengunjung dan penduduk setempat. Desa wisata Osing Kemiren, telah melakukan pembenahan dan mempersiapkan fasilitas, pelayanan dan penyelenggaraan pariwisata yang diterapkan dan diukur sesuai dengan standar Kebersihan, Kesehatan, Keamanan dan Kelestarian Lingkungan berdasarkan Pedoman CHSE Nasional.

Kunjungan Lapangan Desa Wisata Osing Kemiren
Kunjungan Lapangan Desa Wisata Osing Kemiren (Dok Pribadi)

Menurut Suhaimi, ketua adat desa osing kemiren, kata Kemiren berasal dari kemiri (pohon kemiri) dan duren (pohon durian), kedua pohon tersebut banyak tumbuh di hutan tempat pertama kalo masyarakat osing menemukan tempat ini. Masyarakat Desa Kemiren berasal dari orang-orang Majapahit yang mengasingkan diri setelah runtuhnya kerajaan tersebut sekitar tahun 1478 M,  orang-orang Majapahit yang mengasingkan diri ini kemudian mendirikan kerajaan Blambangan di Banyuwangi yang bercorak Hindu-Buddha seperti halnya kerajaan Majapahit. Kerajaan Blambangan berkuasa di Banyuwangi selama dua ratusan tahun sebelum jatuh ke tangan kerajaan Mataram Islam pada tahun 1743 M.

Desa Kemiren telah ditetapkan sebagai desa wisata dan cagar budaya, dalam upaya melestarikan nilai tradisional masyarakat Osing. Salah satu nilai tradisional yang masih dipelihara adalah penggunakan bahasa Osing. Desa Wisata Osing Kemiren merupakan salah satu pelopor desa wisata berkelanjutan dan penggerak kepariwisataan di Banyuwangi, telah siap menyambut kembali wisatawan dengan protokol kesehatan yang sudah dipersiapkan secara lengkap, sesuai indikator Keselamatan dan Keamanan, serta telah menerapkan standar Clean, Health and Safety Environment  (CHSE) dan terbukti juga dengan telah diperolehnya sertifikat new normal dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

Ditulis oleh Elang Kusumo

(Penulis adalah mahasiswa pada program Doktor Ilmu Ekonomi konsentrasi Service Management, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Trisakti Jakarta, dan anggota Sekretariat Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved