Breaking News:

Guru Besar Pertanian Unud: Petani Sudah Miskin, Tapi Malah Dijadikan 'Bemper' Inflasi

Situasi ini dibuktikan ketika harga beras mulai merangkak naik, tapi Pemerintah malah memilih impor sehingga harga di petani selalu rendah

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Wema Satya Dinata
dok
ilustrasi - Lahan pertanian di Kecematan Tegalalang, Gianyar. 

Menurut Windia, seharus Pemerintah memberikan agar harga beras naik di pasaran.

 Harga beras yang baik untuk petani saat ini harusnya berada di Rp 25 ribu per kilogram.

Sementara jika melihat harga beras saat ini, pendapatan petani kurang lebih sama dengan pengemis yang ada di jalanan atau hanya Rp 11 juta per musim.

Kebijakan untuk membuat harga-harga yang memihak produsen harus dilakukan oleh pemerintah. Melalui cara ini, nantinya akan banyak orang yang akan suka untuk bertani.

"Buat kebijakan yang memihak petani, harga beras naik. UMR buruh juga dinaikkan supaya bisa beli beras.

Baca juga: Tony Ferguson Sebut Conor McGregor Pria Pengecut

Baca juga: 5 Zodiak yang Sulit Mengungkapkan Perasaan Cinta, Virgo Sangat Hati-hati Memilih Pasangan

Baca juga: Persaingan di Tubuh Timnas U-19 Indonesia, Pemain Ini Siap Adu Kuat Dengan Elkan Baggott dan Kolega

Jangan seperti sekarang ditekan-tekan, buruh murah ongkosnya, petani murah harga (produknya)," tegas Windia. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved