Breaking News:

Corona di Indonesia

Gus Nur, Tokoh Aktivis KAMI Jumhur Hidayat, dan 5 Tahanan Bareskrim Lainnya Positif Covid-19

Tujuh tahanan DitipidSiber positif Covid-19 yang dibantarkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kramat Jati pada 15 November 2022 pada pukul 20.15 WIB

ANTARA FOTO/RENO ESNIR VIA KOMPAS.COM
Tersangka Petinggi Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jumhur Hidayat (tengah) tiba untuk menjalani pemeriksaan di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (16/10/2020). Jumhur Hidayat diperiksa Direktorat Siber Bareskrim Polri sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyebaran informasi yag ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau pemberitahuan bohong dengan menerbitkan keonaran di kalangan rakyat terkait penolakan terhadap pengesahan UU Cipta Kerja/Omnibus Law. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Sugi Nur Raharja alias Gus Nur, aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia ( KAMI) Jumhur Hidayat, dan lima tahanan Bareskrim Polri lainnya dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menuturkan, ketujuh tahanan itu dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Tujuh tahanan DitipidSiber positif Covid-19 yang dibantarkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kramat Jati pada 15 November 2022 pada pukul 20.15 WIB," ucap Argo dalam keterangannya, Minggu (15/11/2020) malam.

Baca juga: Bareskrim Polri Jadwalkan Periksa Refly Harun Terkait Wawancaranya dengan Gus Nur di Konten YouTube

Diketahui, Gus Nur merupakan tersangka kasus dugaan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU).

Sementara itu, Jumhur adalah tersangka kasus dugaan ujaran kebencian atau hoaks sehingga menyebabkan aksi menolak UU Cipta Kerja berujung ricuh.

Adapun lima tahanan lainnya yakni Juliana, Novita Zahara, Wahyu Rasasi Putri, Kewa Siba, dan Drelia Wangsih.

Baca juga: Buntut Penangkapan Gus Nur, Polisi Panggil Refly Harun

Juliana, Novita, dan Wahyu terjerat kasus serupa dengan Jumhur.

Ketiganya diduga menyebarkan konten berisi ujaran kebencian dan hasutan hingga membuat demo menolak UU Cipta Kerja di Medan berujung rusuh.

Kemudian, Kewa Siba tersandung kasus penipuan.

Terakhir, Drelia Wangsih mendekam di penjara karena perkara penipuan penjualan logam mulia secara daring.

Halaman
1234
Editor: Kambali
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved