Breaking News:

Ini Jawaban Petani Arak di Karangasem Bali Ditanya RUU Minuman Beralkohol, Ini Masalah Isi Perut

Sekitar 600 Kepala Keluarga (KK) petani arak di  Desa Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Bali terancam menjadi pengangguran.

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Kambali
vividsoup via Pixabay
Ilustrasi minuman beralkohol. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Sekitar 600 Kepala Keluarga (KK) petani arak di  Desa Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Bali terancam menjadi pengangguran.

Hal ini terjadi jika seandaainya rancangan Undang-undang ( RUU) tentang larangan minuman beralkohol disahkan.

Seperti diketahui RUU Minuman Beralkohol akan dibahas lagi oleh DPR RI.

Perbekel Tri Eka Buana, Ketut Derka, mengatakan, dari  715 KK di Desa Tri Eka Buana sebanyak 600 KK berkerja sebagai petani arak.

"Tanggapan saya tidak terima ( RUU Minuman Beralkohol), RUU ini sama dengan membunuh ekonomi masyarakat. Apakah tak adanya alkohol, negara ini akan aman?," kata Ketut Derka, Senin (16/11/2020).

Petani arak di Desa Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Bali memproses minuman arak dengan cara tradisional.
Petani arak di Desa Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Bali memproses minuman arak dengan cara tradisional. (Tribun Bali/Saiful Rohim)

Baca juga: Tulis Penolakan RUU Minuman Beralkohol dan Tantang Tim Prabu, Pria Ini pun Ditangkap

Pihaknya berharap pembahasan RUU Minuman Beralkohol tidak dilanjutkan.

Mengingat petani di Karangasem, Bali sangat banyak.

Menurutnya, tidak hanya petani di Desa Tri Eka Buana yang bakal terkena imbas.

Beberapa petani arak di Kecamatan lain akan terancam jadi pengangguran.

Seperti petani arak di Kecamatan Abang, Kecamatan Manggis, Kecamatan Sidemen, & Kecamatan Kubu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved