Breaking News:

Hakim PN Gianyar Bayarkan Denda 5 Penjual Arak, Sosialisasi Perda Tentang Arak Dinilai Tak Jelas

Sebanyak lima orang penjual arak menjalankan sidang tindak pidana ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Gianyar

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Foto: Hakim PN Gianyar, Wawan Edi Prastiyo 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sebanyak lima orang penjual arak menjalankan sidang tindak pidana ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Bali, Rabu (18/11/2020).

Majelis Hakim PN Gianyar, Wawan Edi Prastiyo menilai para terdakwa ini merupakan korban dari sosialisasi Perda minuman tradisional Bali (arak dan tuak) oleh pemerintah, belum berjalan secara baik.

Selama ini masyarakat hanya mengetahui bahwa arak sudah legal.

Mereka tak mengetahui adanya batasan-batasannya.

Baca juga: Gede Gina Pikir-pikir Dibui 13 Tahun

Baca juga: Dalih Keluarga Habib Rizieq Usai Langgar Protokol Kesehatan: Hanya Undang 30 Orang Saat Pernikahan

Baca juga: Pedagang Variasi Ban dan Velg Ini Keluhkan Omset yang Turun Hingga 70 Persen

Merasa iba terhadap masyarakat kecil tersebut, Wawan pun mengeluarkan kocek pribadinya untuk membayarkan denda yang harus dibayar oleh lima orang tersebut.

Dalam persidangan terungkap, para penjual arak ini memang minim pengetahuan tentang Perda mikol.

Mereka hanya tau bahwa saat ini arak sudah legal.

Karena itu, para terdakwa yang kesulitan ekonomi di tengah pandemi ini, memilih menyambung hidup dengan berjualan arak.

Diketahui, para terdakwa ini hanya pedagang kecil.

Pendapatan sehari-hari mereka dari berjualan arak ini hampir belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved