7 Perkiraan Penyebab Morning Sickness, dari Peningkatan Kadar Hormon Hingga Kekurangan Nutrisi

"Biasanya mulai pada minggu ke-6 sampai ke-14. Hingga saat ini penyebab morning sickness belum diketahui secara pasti. Namun perkiraan beberapa penyeb

Shutterstock via Bangka Pos
Ilustrasi Mual 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kebanyakan ibu hamil mengalami morning sickness pada trimester pertama kehamilan.

Walaupun tidak membahayakan ibu dan janin, morning sickness dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari.

Dokter spesialis kandungan, dr. Sofani Munzila, Sp.OG menjelaskan morning sickness juga disebut Emesis gravidarum atau nausea gravidarum (NVP) adalah gejala mual biasanya disertai muntah yang umumnya terjadi pada awal kehamilan.

Gejala ini biasanya timbul di pagi hari dengan frekuensi yang akan menurun setiap harinya seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.

Baca juga: 4 Kriteria Pria Idaman Luna Maya

Baca juga: Faktor Risiko, Tanda dan Gejala Morning Sickness

Baca juga: Jerinx 1,2 Tahun Penjara, ICJR: Putusan Hakim Ini Jelas Berbahaya Bagi Iklim Demokrasi di Indonesia

"Biasanya mulai pada minggu ke-6 sampai ke-14. Hingga saat ini penyebab morning sickness belum diketahui secara pasti. Namun perkiraan beberapa penyebab yang timbul gejala ini antara lain karena meningkatnya kadar hormon esterogen dalam tubuh, meningkatnya kadar hormon hCG, meningkatnya sensitivitas terhadap bau, dan peningkatan kadar bilirubin," terangnya dalam webinar 'How To Deal with Mprning Sickness' yang digelar oleh KECC, Kamis (19/11/2020).

1. Kadar esterogen dalam hal ini dijelaskan meningkat 100 kali lebih tinggi, saat hamil dipercaya berkontribusi pada rasa mual.

Namun sejauh ini belum ditemukan bukti yang menunjukkan perbedaan kadar esterogen antara wanita hamil dengan atau tanpa morning sickness.

Baca juga: Nasib Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli Terbalik di MotoGP 2020

Baca juga: Disperindag Bangli Ajukan Usulan PAD Naik Rp 700 Juta Lebih

Baca juga: Jembrana Menjadi Zona Kuning Covid-19, 4 Pasien Sembuh Dipulangkan

2. Kadar progesteron saat hamil juga akan meningkat

Tingginya kadar progesteron membantu mengencangkan oto-otot rahim untuk mencegah kelahiran prematur.

Tingginya kadar hormon progresteron memicu berbagai gejala sindrom pramenstruasi seperti mual, nyeri payudara, kembung, dan perubahan mood,l.

Inilah penyebab mual saat hamil.

Baca juga: Gerakan Bali Kembali Akan Gelar Tes Swab Gratis untuk 100 Orang per Hari

Baca juga: Pernyataan Anji Seusai Sidang JRX, Sebut Setiap Orang Bisa Terjerat

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok 20 November 2020, Aries Sangat Sibuk, Aquarius Jaga Kesehatanmu

 

3. Hormon human chorionic gonadotropin (hCG) diproduksi pertama kali saat embrio mulai berkembang di rahim setelah pembuahan.

Hormon ini terbentuk dari sel-sel yang membentuk bagian plasenta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved