Breaking News:

100 Liter “Cairan Ajaib” Dituang ke Tukad Badung di Denpasar 

Sejumlah komunitas peduli lingkungan di Bali, Sabtu (21/11/2020), mengadakan kegiatan "Peduli Tukad Badung".

dok istimewa/Tribun Bali
Para peserta peduli lingkungan Tukad Badung sedang melakukan penuangan berliter-liter cairan EE ke sungai di tengah kota Denpasar itu, Sabtu (21/11/2020). 

Ia bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari di rumah seperti untuk pembersih lantai (cairanpel), untuk mencuci peralatan dapur, campuran sabun mandi, untuk menyuburkan tanaman dan pertanian, serta untuk penyehatan lingkungan dan bahkan kesehatan pribadi dengan cara dioleskan.  

Penemu EE adalah ahli pertanian, Dr. Rosukan Poompanvong, dari Thailand. Temuan EE ini sudah diakui dan mendapat penghargaan dari lembaga pangan dunia di bawah naungan PBB, yakni FAO (Food and Agricultural Organisation) pada tahun 2003. 

“EE dilarang untuk diperjualbelikan. Ini sengaja disebarluaskan cara pembuatannya serta penggunaannya dimasyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian Bumi, dan ini memang menjadi pesan penting dari Dr. Rosukan,” jelas Anie Fanawati.

Menurut Nyoman Ngurah Artha Pertama selaku PIC kegiatan, para komunitas peduli yang terlibat dalam kegiatan "Peduli Tukad Badung"`ini pun, semua nirlaba alias tidak bermotif komersial.

Penuangancairan EE ke Tukad Badung, kata Anie, mulai dilakukan secara rutin.

Diharapkannya, gerakan ini bisa menginspirasi masyarakat untuk turut peduli lingkungan sungai, dan juga peduli lingkungan secara luas, salah-satunya melalui pengolahan sampah organik rumah tangga.(sunarko)

Penulis: Sunarko
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved