Nangluk Merana di Desa Adat Kuta, Digelar Sederhana dengan Penyamblehan 1 Kucit Butuan

Desa Adat Kuta kembali menggelar upacara Nangluk Merana, kali ini digelar sederhana dengan penyamblehan satu kucit butuan.

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Desa Adat Kuta kembali menggelar upacara Nangluk Merana, Rabu (25/11/2020). Di masa pandemi, Nangluk Merana digelar sederhana dengan penyamblehan satu kucit butuan. 

Hal itu dilakukan untuk menghindari kerumunan banyak orang.

Dijelaskan pula, tingkatan upacara masih sama seperti prosesi sebelum-sebelumnya, yaitu menggunakan caru seperti tahun lalu.

"Cuma pelaksaannya saja yang kita sederhanakan. Kalau prosesi nyambleh tetap kita laksanakan tapi kalau waktu sebelum pandemi kita lakukan dua kali. Jadi kalau tirta segara kita sambut dengan penyamblehan kucit butuan. Kalau sekarang hanya satu saja kucit butuan. Kalau tahun lalu kita mempergunakan dua," ungkap Wayan Wasista.

Desa Adat Kuta kembali menggelar upacara Nangluk Merana, Rabu (25/11/2020). Di masa pandemi, Nangluk Merana digelar sederhana dengan penyamblehan satu kucit butuan.
Desa Adat Kuta kembali menggelar upacara Nangluk Merana, Rabu (25/11/2020). Di masa pandemi, Nangluk Merana digelar sederhana dengan penyamblehan satu kucit butuan. (Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)

Ia menyampaikan sebelumnya semua krama telah dihimbau selalu mengenakan masker selama kegiatan dan saat pelaksanaan muspa pun kita lakukan pembatasan.

Hal tersebut tak lain guna mencegah adanya klaster baru penyebaran Covid-19 dari upacara adat.

Wasista menerangkan, upacara Nangluk Merana atau pecaruan sasih kaenam juga dipercaya untuk memohon perlindungan di sasih merana atau wabah-wabah penyakit.

Upacara Nangluk Merana dipercaya sebagai ritual nyomia bhutakala dengan tingkatan upacara yaitu caru medurga dan di-puput oleh Ida Ratu Pranda.

"Harapan kita juga dengan adanya upacara seperti ini gering agung yang melanda jagat raya sekarang ini semoga cepat sirna. Sehingga kita bisa beraktivitas seperti sedia kala. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa laksanakan (nangkluk merana) seperti biasa," imbuhnya.(*)

Caption : Suasana prosesi upacara Nangluk Merana yang digelar Desa Adat Kuta.(Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved