Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Diego Maradona Akan Dimakamkan di Luar Kota Buenos Aires

Maradona, yang meninggal akibat serangan jantung, Rabu (25/11/2020), pada usia 60 tahun, akan dimakamkan

Tayang:
Editor: DionDBPutra
(AFP/GLYN KIRK)
Legenda Argentina, Diego Maradona, hadir pada kemenangan 4-1 Tottenham atas Liverpool di Stadion Wembley, 22 Oktober 2017. Diego Maradona meninggal dunia, Rabu 25 November 2020 

TRIBUN-BALI.COM, BUENOS AIRES - Jenazah legenda sepak bola Argentina Diego Maradona akan dimakamkan di luar kota Buenos Aires, Kamis waktu setempat atau Jumat Wita (27/11/2020).

Maradona, yang meninggal akibat serangan jantung, Rabu (25/11/2020), pada usia 60 tahun, akan dimakamkan di pemakaman Jardin de Paz, yang juga tempat peristirahatan terakhir orang tuanya. Demikian Sebastian Sanchi kepada AFP, Kamis (26/11/2020).

Presiden Argentina Alberto Fernandez menetapkan tiga hari masa berkabung menyusul berpulangnya legenda sepak bola mereka, Diego Maradona, yang terkenal dengan gol tangan Tuhan pada Piala Dunia 1986.

Sejumlah suporter sang legenda berkumpul di jalan-jalan kota Buenos Aires, menyusul kabar kepergiannya.

Baca juga: Adios Diego Maradona

Baca juga: Cara Aneh Zodiak Bertindak Setelah Putus Cinta, Aries Malah Hubungi Teman dan Keluarga Mantan

Di dekat markas bekas klub Maradona, Buenos Aires, tampak sejumlah penggemar menaruh karangan bunga duka cita.

Sebagian lainnya turut berkerumun di San Andres dekat rumah Maradona juga di La Plata, kota yang tak jauh dari Buenos Aires, di mana sang legenda menghabiskan waktu sebagai direktur teknis klub Gimnasia y Esgrima.

Kenangan Diego Simeone

Diego Simeone masih sulit menerima kabar kepergian Diego Maradona beberapa saat sebelum timnya Atletico Madrid bermain melawan Lokomotiv Moskow.

Kabar meninggalnya Maradona muncul sebelum Atletico menghadapi Lokomotiv Moscow di Liga Champions, dengan pertandingan Grup A tersebut berakhir 0-0.

Simeone sempat bermain untuk tim nasional (timnas) Argentina bersama legenda Napoli itu di Piala Dunia 1994, juga pernah menjadi rekan satu tim di Sevilla pada 1992-1993.

"Ini sulit. Ketika mereka menghubungi Anda di telepon dan memberi tahu Anda bahwa Diego meninggal dunia, Anda berpikir, 'Diego tidak bisa mati'," kata Simeone pada konferensi pers yang dikutip Goal usai pertandingan pada Kamis (26/11/2020).

"Sebuah mitos meninggalkan kita, seorang Argentina yang menularkan semua pemberontakannya untuk bertarung dengan hal-hal positif dan negatifnya, tetapi selalu maju. Cara untuk bersemangat bermain sepak bola adalah dengan melihatnya."

"Ia menyambut saya dengan cara yang spektakuler di Sevilla, saya masih muda. Saat mereka memberi tahu Anda tentang situasi ini (Maradona sekarat) Anda berkata, 'Itu tidak mungkin, ia selalu bisa bertahan.'"

"Kali ini ia tidak bisa, tetapi ia akan selalu bersama kami, terutama dengan Argentina, ia adalah mitos dan itu memberi kami banyak kesedihan dan kehampaan - itu tidak mungkin. Pelukan yang sangat kuat untuk keluarga terdekatnya," demikian Diego Simeone.

Sumber: antaranews.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved