Ribuan Guru Masih Terima Honor Rp 150-300 Ribu Per Bulan, PGRI Harap Pemerintah Perjuangkan Guru 

PGRI selalu memperjuangkan hak guru ke tingkat Kabupaten, Provinsi, dan Pusat, terutama guru honorer

tribunnews.com
Ilustrasi guru 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Hari Guru Nasional diperingati setiap tanggal 25 November.

Selain itu, tanggal 25 November juga merupakan hari jadi Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI) yang ke-75 tahun.

Namun begitu, di tengah tugas dan beban seorang guru di Indonesia khususnya Tabanan, masih banyak yang belum mendapatkan upah secara layak alias masih berstatus guru honorer atau guru abdi.

Mereka rata-rata hanya mendapat upah Rp. 150-300 ribu per bulannya.

Baca juga: Keluhkan Menara Telekomunikasi, Warga Penarungan Protes ke Kantor Perbekel

Baca juga: Pecatan Polisi di Buleleng Gelar Judi Tajen, Ketut Metriya: Saya Memang Tidak Punya Pekerjaan

Baca juga: Ditangkap Saat Menempel Sabu, Ridho Dituntut Sebelas Tahun Penjara

Meskipun begitu, PGRI mengakui selalu memperjuangkan hak guru ke tingkat Kabupaten, Provinsi, dan Pusat, terutama guru honorer agar bisa lebih diapresiasi, misalnya menjadi tenaga kontrak di Kabupaten.

Terlebih lagi sebelumnya ada wacana perekrutan 1 juta orang guru menjadi tenaga PPPK

"Selamat Hari Guru Nasional tahun 2020 dan hari PGRI ke-75 hari ini. Semoga guru di Tabanan sejahtera dan melaksanakan kewajibannya dengan baik untuk mencerdaskan bangsa Indonesia ini," kata Ketua PGRI Tabanan, I Putu Santika, Rabu (25/11/2020). 

Menurutnya, tugas guru di tengah pandemi ini sangat berat karena melaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan prokes yang ketat.

Namun sayangnya, di tengah tugas guru yang berat saat ini masih banyak ada guru berstatus honorer dan abdi menerima upah yang belum "layak". 

"Tapi kami di PGRI terus berjuang bagaimana agar para guru status honorer dan abdi tersebut nantinya bisa menjadi tenaga PPPK. Apalagi ada informasi kemarin Mendikbud akan merekrut 1 juta orang guru untuk PPPK tersebut," ungkap Santika. 

Dia juga berpesan kepada semua guru yang ada agar tetap semangat menjadi tenaga pendidik bagi seluruh anak-anak bangsa di tengah pandemi ini. 

"Intinya mari kita tetap semangat dan semoga pandemi ini segera berakhir," tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Nyoman Putra menjelaskan, untuk tahun ini peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI sementara ditiadakan.

Meskipun begitu, pihaknya di Dinas Pendidikan Tabanan mengharapkan guru dengan status honorer yang masih belum sejahtera nantinya bisa terakomodir menjadi PPPK sesuai program Kemendikbud.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved