Donald Trump Buat Kebijakan di Akhir Masa Jabatan, Setiap Pengunjung ke AS Harus Bayar Rp 222 Juta

Biaya yang ditetapkan pun tak tanggung-tanggung, mencapai 15 ribu dolar AS atau sekitar Rp 222 juta.

Youtube StraitsTimes
Presiden AS Donald Trump 

TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah Amerika Serikat berlakukan kembali syarat ketat untuk pengunjung ke wilayahnya menggunakan obligasi Visa. 

Biaya yang ditetapkan pun tak tanggung-tanggung, mencapai 15 ribu dolar AS atau sekitar Rp 222 juta.

Kebijakan ekstrem baru itu diberlakukan pada akhir masa kepresidenan Donald Trump.

Aturan tersebut mulai berlaku 24 Desember 2020 untuk jangka waktu enam bulan.

Meskipun masih harus dilihat apakah akan dipertahankan oleh Presiden terpilih Joe Biden, yang mulai menjabat 20 Januari 2021.

Biden telah berjanji untuk menyambut dengan baik pengunjung dari seluruh dunia.

Program percontohan dirancang untuk menutupi biaya deportasi orang asing yang melebihi masa berlaku visa mereka kepada pemerintah AS.

Dilansir AFP, Kamis (26/11/2020), aturan itu diterbitkan pada Selasa (24/11/2020) di Federal Register oleh Carl Risch, Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Konsuler.

Pengunjung dengan visa "B", yang dikeluarkan untuk bisnis dan pariwisata jangka pendek, akan diminta untuk membayar hingga 15.000 dolar AS.

Dana itu diserahkan ke agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai jika mereka tidak bisa membuktikan bahwa telah pergi tepat waktu.

Aturan tersebut akan berlaku bagi warga dari 23 negara yang menurut deklarasi bertarif lebih dari 10 persen.

Sebagian besar negara berada di Afrika, termasuk Sudan dan Republik Demokratik Kongo.

Negara lain dalam daftar termasuk Iran, Myanmar, Afghanistan dan Bhutan.

Trump telah secara tajam membatasi perjalanan dari Iran, bagian dari larangan Muslim yang dijanjikannya selama kampanyenya tahun 2016, yang akan dibatalkan Joe Biden.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved