Breaking News:

PLN UID Bali Catat Penurunan Biaya Pokok Produksi, Beri Promo hingga Diskon sampai 75 Persen

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali mencatat adanya penurunan Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik dengan selisih Penjualan Listrik dan BPP seb

Istimewa
Senior Manager Perencanaan, Putu Putrawan menyebutkan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali mencatat adanya penurunan Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik dengan selisih Penjualan Listrik dan BPP sebesar Rp 72/kWh 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali mencatat adanya penurunan Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik dengan selisih Penjualan Listrik dan BPP sebesar Rp 72/kWh.

 Turunnya BPP menjelang akhir tahun 2020 ini dipengaruhi oleh harga transfer price, kurs dollar, inflasi dan harga minyak mentah (energi primer). 

Senior Manager Perencanaan,  Putu Putrawan, menjelaskan penurunan BPP di Bali merupakan hasil upaya efisiensi yang dilakukan PLN,  antara lain dengan meningkatkan penjualan, menurunkan biaya operasional, dan masuknya energi primer yang lebih murah sesuai dengan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

Baca juga: 4 Zodiak Ini Paling Jago Cari Uang dan Ciptakan Bisnis, Capricorn Punya Bakat Alami, Pisces Adaptif

Baca juga: Katalog Alfamart 28 November 2020, Promo Kopi, Deterjen, Camilan, Body Care hingga Beli 2 Gratis 1

Baca juga: Artis ST dan MY Berstatus Saksi Prostitusi Online, Berdua Layani Satu Pria Dengan Tarif Rp 110 Juta 

"Setelah menghitung realisasi BPP pada bulan Oktober 2020 sebesar Rp 1.186/kWh dan penjualan sebesar Rp 1.258/kWh maka terdapat penurunan BPP yang signifikan hingga 6,01 persen, dan ini berarti PLN Bali semakin efisien," jelas Putu Putrawan pada Sabtu (28/11/2020).

 Putu Putrawan menegaskan penurunan BPP sangat penting dan tujuannya agar listrik semakin terjangkau bagi masyarakat. 

Baca juga: Update Libur Akhir Tahun 2020 dan Pengganti Cuti Idul Fitri, Ini Penjelasan Menko PMK

Baca juga: Presiden AS Donald Trump Akhirnya Mau Meninggalkan Gedung Putih Meski Tetap Merasa Dicurangi

Baca juga: Viral di TikTok, Wanita Ini Ungkap Rasanya Cerai Lalu Dinikahi Kembali dengan Suami yang Sama 

Sebagai pedoman bagi PLN dan pelaku usaha di bidang kelistrikan, Pemerintah melalui Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan BPP Pembangkit melalui Kepmen ESDM nomor 55K/20/MEM/2019 tentang Besaran Biaya Pokok Penyediaan Pembangkitan PLN, yakni untuk Wilayah Bali sebesar Rp 985/kWh. 

Penetapan BPP Pembangkit ini digunakan sebagai acuan dalam pembelian tenaga listrik oleh PLN apabila terdapat Pembangkit atau Independet Power Producer (IPP) Baru.

Putu Putrawan juga menambahkan pengembangan Energi Baru Terbarukan juga dapat menjadi salah satu upaya PLN untuk menurunkan BPP.

Baca juga: Rusia Akan Suntikkan Vaksin Covid-19 pada 400.000 Orang Tentara

Baca juga: Demo Menuntut Papua Merdeka Berakhir Rusuh, 3 Brimob dan 1 Jurnalis Luka-luka

Baca juga: Kabar Duka, Suami Mama Lita MasterChef Indonesia Meninggal Dunia

 "Dengan masuknya tambahan Energi Primer, yaitu PLTS Bali Timur dengan harga sekitar 5,8 Cent USD/kWh dan Bali Barat 6,2 Cent USD/kWh tahun 2022, BPP bisa turun lagi," ucapnya dalam siaran persnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved