Wali Kota Cimahi Diduga 5 Kali Terima Suap, Uang & Kuitansi Fiktif Sempat Dimasukkan ke Tas Plastik

Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Tribunnews/Herudin
Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna berjalan menuju mobil tahanan usai pemeriksaan di Kantor KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (28/11/2020). KPK menetapkan Ajay Muhammad Priatna dan Komisaris RSU Kasih Bunda, Hutama Yonathan sebagai tersangka dugaan suap terkait izin pembangunan Rumah Sakit Umum Kasih Bunda dengan barang bukti uang Rp 425 juta. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Penetapan tersangka tersebut setelah penyidik KPK melakukan gelar perkara dan pemeriksaan intensif terhadap dirinya selama berjam-jam.

Ajay Muhammad Priatna diduga terlibat tindak pidana korupsi terkait izin pembangunan rumah sakit di Cimahi, Jawa Barat.

Uniknya, uang suap terkit proyek tersebut sempat dimasukkan ke dalam tas plastik.

Tindak pidana ini diduga terkait tahun anggaran 2019-2020.

Demikian diungkapkan Ketua KPK, Firli Bahuri dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (27/11/2020).

”Menemukan tersangka sebagai berikut. Pertama sebagai penerima saudara AJM (Ajay Muhammad Priatna) dan sebagai pemberi adalah saudara HY,” kata Firli.

Baca juga: Setelah Tertangkap Karena OTT, Wali Kota Cimahi Meringkuk di Sel Tak Dapat Pertolongan PDIP

Menurut Firli, Ajay sebagai pucuk pimpinan di Kota Cimahi diduga menerima sejumlah uang beberapa kali dari HY alias Hutama Yonathan yang merupakan Komisaris Rumah Sakit Kasih Bunda.

Ajay diduga meminta uang sebesar Rp 3,2 miliar untuk memuluskan perizinan proyek pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Kasih Bunda.

Nilai tersebut merupakan 10 persen dari rencana anggaran biaya (RAB) pembangunan proyek yang jika ditotal mencapai Rp 32 miliar.

Pembangunan gedung baru itu dilakukan pada 2019.

”HY (Hutama Yonathan) selaku pemilik RSU KB bertemu dengan AJM (Ajay Muhammad Priatna) selaku Wali Kota Cimahi di salah satu Restoran di Bandung. Pada pertemuan tersebut AJM diduga meminta sejumlah uang Rp 3,2 miliar," kata Firli.

Pembayaran uang suap itu dilakukan secara bertahap sejak 6 Mei 2020 lalu.

Setidaknya, kata Firli, sudah lima kali Ajay menerima uang suap.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved