Breaking News:

Losmen Pertama di Denpasar Sejak 1955, Pernah Ditempati Pelukis Affandi hingga Tentara Saat G30S

Losmen Puri merupakan losmen pertama di Kota Denpasar yang diresmikan tahun 1955. Hingga kini masih kokoh berdiri.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Putu Supartika
Losmen Puri di Denpasar yang diresmikan tahun 1955 dan bertahan hingga kini. 

Ajik saya dulu sering ke Jawa menjual cekuh dan lainnya. Nah, di sana sering tinggal di losmen dan karena di Bali belum ada makanya bikin losmen di Bali,” kata Ngurah Mahkota.

Awal-awal berdirinya losmen ini, pengunjung sangat ramai, bahkan sampai tak kebagian kamar.

Baca juga: 3 Fakta Sayur Genjer yang Dikaitkan dengan G30S/PKI, Makanan Wong Cilik yang Populer saat Orde Lama

Losmen ini terdiri atas 25 kamar, di mana enam kamar berada di lantai bawah dan sisanya di lantai II.

Bahkan menurut penuturan orang tuanya, sewaktu peristiwa G30S, tentara menginap di losmen ini dikarenakan saat itu belum ada asrama tentara.

Sewaktu dirinya masih kecil, pelukis kenamaan Indonesia yakni Affandi dan Basuki Abdullah sering menginap dan melukis di tempat ini.

“Sewaktu saya kecil, Affandi nginep di sini sambil melukis. Saya melihat dia melukis, melemparkan cat ke kanvas membuat lukisan abstrak. Basuki Abdullah juga sering tinggal di sini,” kata Mahkota yang juga seorang pelukis ini.

Masa kejayaan losmen ini bertahan cukup lama, terhitung sejak dibangun hingga tahun 1990-an.

Walaupun demikian, sampai saat ini losmen ini selalu ramai.

Baca juga: Andre Vltchek, Jurnalis dan Sutradara Film Bertema G30S/PKI Meninggal di Turki

“Sebelum pandemi Covid-19 banyak yang menginap di sini. Sekarang pun masih ada tamu, empat orang,” kata lelaki kelahiran 1964 ini.

Untuk biaya tinggal di losmen ini yakni Rp 50 ribu perhari dan penghuni mendapat kopi setiap pagi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved