Breaking News:

Khawatir Penggemar Fanatik Jarah Kuburan Maradona, 200 Ribu Polisi Argentina Dikerahkan Jaga Makam

Pasalnya, para pejabat di Argentina merasa khawatir, para penggemar fanatik Maradona akan bersekongkol menjarah kuburan Maradona

AFP/RONALDO SCHEMIDT
Peti mati dengan jasad mendiang legenda sepak bola Argentina Diego Armando Maradona dibawa oleh keluarga dan teman-temannya di pemakaman Jardin Bella Vista, di provinsi Buenos Aires, pada 26 November 2020. 

TRIBUN-BALI.COM, BUENOS AIRES - Ratusan ribu personel kepolisian di Argentina turut dikerahkan untuk menjaga dan mengamankan proses pemakaman sang legenda sepak bola Diego Maradona

Mengutip laporan The Sun, Selasa (1/12/2020), 200 ribu anggota polisi menjaga ketat pemakaman Diego Maradona untuk mengantisipasi 'perampok'. 

Pasalnya, para pejabat di Argentina merasa khawatir, para penggemar fanatik Maradona akan bersekongkol menjarah kuburan Maradona untuk mengumpulkan 'kenang-kenangan' dari sang Superstar Piala Dunia itu. 

Kementerian Keamanan Argentina mengatakan bahwa beberapa langkah ketat akan diberlakukan setidaknya selama satu minggu untuk mencegah insiden apa pun di permakaman Bella Vista, pinggir ibu kota Buenos Aires.

Maradona, sosok legenda yang gol 'Hand of God'-nya membuat Inggris terdepak dari Piala Dunia 1986, meninggal pekan lalu dalam usia 60 tahun.

Baca juga: Pemain Spanyol Dapat Ancaman Pembunuhan karena Enggan Beri Penghormatan kepada Maradona

Baca juga: Dokter Pribadi Maradona Marah dan Menangis Saat Digerebek Polisi, Begini Ini Penjelasannya

Baca juga: Gara-gara Selebrasi Messi untuk Maradona Saat Pertandingan, Barcelona Terancam Didenda Rp 50 Juta

Maradona mengalami serangan jantung setelah menjalani operasi pengambilan darah beku di otaknya.

Pekan lalu, ribuan orang berduyun-duyun mengantre demi bisa melihat tubuh pahlawan nasional Argentina itu untuk terakhir kalinya.

Orang-orang menyembah Maradona

Upaya yang diusahakan oleh petugas polisi Argentina dikarenakan mereka khawatir peristiwa 1987 terulang, ketika 'perampok kuburan' merampok makam mantan presiden Argentina, Juan Peron.

Seorang narasumber anonim berkata dikutip The Sun, "Pihak berwenang tidak ingin ambil risiko. Orang-orang menyembah Diego [Maradona] dengan cara yang sama dengan mereka mengagumi Peron dan ada ketakutan yang mendasar bahwa mungkin bisa jadi ada upaya pembobolan dan mengeluarkan bagian tubuh [Maradona]."

Halaman
12
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved