Breaking News:

BMKG Ungkap Munculnya Bibit Siklon Tropis & Waspadai Gelombang Tinggi Pada 5-7 Desember 2020,

BMKG memprediksi gelombang tinggi berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia pada 5-7 Desember 2020. 

Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah Anak Buah kapal mencoba menepikan kapal boat saat gelombang tinggi di Pantai Sanur,Denpasar,Kamis (19/7/2018). Penyeberangan dipantai sanur menuju nusa lembongan dan nusa penida ditutup sementara. (Tribun Bali/Rizal Fanany) 

TRIBUN-BALI.COM - Peringatan dini terjadinya gelombang tinggi yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) baru-baru ini resmi dirilis. 

BMKG memprediksi gelombang tinggi berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia pada 5-7 Desember 2020. 

Ada empat kategori tinggi gelombang yakni:

  • Sedang (tinggi gelombang 1.25 sampai 2.50 meter)
  • Tinggi (tinggi gelombang 2.50 sampai 4.0 meter)
  • Sangat tinggi (tinggi gelombang 4.0 sampai 6.0 meter)
  • Ekstrem (tinggi gelombang 6.0 sampai 9.0 meter).

Wilayah yang termasuk berpotensi muncul gelombang sedang dan tinggi dapat dilihat di laman ini.

Untuk wilayah yang berpotensi terjadinya gelombang sangat tinggi yakni di perairan utara Kepulauan Anambas sampai Kepulauan Natuna, perairan Kepulauan Subi sampai Serasan, dan Samudera Hindia selatan Banten hingga Jawa Tengah.

Sementara, wilayah yang berpotensi terjadinya gelombang ekstrem yakni di laut Natuna Utara.

Apa pemicu tingginya gelombang hingga mencapai ketinggian 9 meter?

Kepala Bidang Informasi Meteorologi Maritim BMKG, Dr Andri Ramdhani, mengatakan, gelombang tinggi yang berpotensi muncul di Indonesia karena ada bibit siklon tropis "96S".

"Berdasarkan pantauan kondisi atmosfer terkini, terdapat bibit siklon tropis '96S' di Samudera Hindia selatan Banten dengan kecepatan angin maksimum 25 knot," ujar Andri melansir Kompas.com, Sabtu (5/12/2020).

Ia mengatakan, bibit siklon tropis ini berdampak pada peningkatan tinggi gelombang di Perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan.

Perairan selatan Jawa memiliki ketinggian gelombang diprediksi mencapai 2.5-4.0 meter dan Samudera Hindia selatan Banten hingga Jawa Tengah dengan ketinggian gelombang mencapai 4.0-6.0 meter.

Selain itu, pemicu lain yang menyebabkan gelombang tinggi yakni adanya daerah tekanan rendah 1008 hPa yang terpantau di Laut China Selatan barat Filipina memberikan dampak secara tidak langsung terhadap kecepatan angin dan tinggi gelombang di wilayah Laut Natuna Utara.

Andri menjelaskan, di wilayah ini ada peningkatan kecepatan angin maksimum mencapai 30 knot dan tinggi gelombang mencapai 4.0-6.0 meter di Laut Natuna Utara dan Perairan Utara Kepulauan Anambas-Natuna dan gelombang dengan ketinggian 2.5-4.0 meter di wilayah Laut Natuna.

"Jadi pemicunya adalah adanya bibit siklon tropis di Selatan ( Samudera Hindia) dan juga tekanan rendah di Laut China Selatan yang menyebabkan adanya peningkatan kecepatan angin, sehingga beberapa wilayah perairan Indonesia terdampak gelombang tinggi untuk beberapa hari ke depan," ujar Andri.

"Bibit siklon tropis ini berpotensi menjadi siklon tropis pada Selasa malam atau Rabu pagi dengan pergerakan ke arah Tenggara-Selatan menjauhi wilayah Indonesia," lanjut dia.

Mengenai badai siklon tropis, Andri mengatakan, badai ini akan mulai menjauhi Perairan Indonesia pada 8 dan 9 Desember 2020.

Adapun pergerakan badai ini mengarah ke Tenggara ke Selatan.

Meski demikian, badai masih tetap berpotensi menjadi siklon tropis.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Waspada Potensi Gelombang Tinggi Mencapai 9 Meter, Ini Penjelasan BMKG",

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved