Breaking News:

Sponsored Content

Inovasi BNN Kota Denpasar Gandeng Desa Adat Mampu Signifikan Tekan Kasus Narkoba di Kota Denpasar

BNN Kota Denpasar terus melakukan berbagai upaya pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Kepala BNN Kota Denpasar, Sang Gede Sukawiyasa, SIP., MM saat menggelar rilis akhir tahun di Kantor BNN Denpasar, Jalan Melati Nomor 21, Kota Denpasar, Bali, pada Selasa (8/12/2020). 

Pada 28 Januari 2020, Inisial KA dengan barang bukti 3.61 gram shabu (netto).

Pada 14 Juli 2020, lnisial MA dengan barang bukti 0.52 gram shabu (netto) dan pada 14 Oktober 2020, inisial DT dengan barang bukti 4.11 Ganja Sintetis (netto).

"Kita kembangkan target dari dua kasus, keempat kasus, untuk mengefektifkan anggaran," katanya.

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Denpasar beserta jajarannya atas bantuan dalam memfasilitasi perluasan gedung perkantoran BNN Kota Denpasar dengan bantuan pinjam pakai Gedung eks UPTD Metrologi Legal Kota Denpasar.

"Sehingga dengan adanya penambahan area perkantoran ini dapat membantu pelaksanaan pelayanan publik kepada masyarakat Kota Denpasar menjadi lebih kondusif dan lancar," ucap dia.

Selain itu, pada kesempatan ini disampaikan pula bahwa pada Tahun 2021, BNN Kota Denpasar bakal menyapa masyarakat Kota Denpasar melalui PeIayanan Publik di Mall Pelayanan Publik Sewaka Dharma yang selama ini vakum karena wabah Covid-19. 

"Serta kami juga mohon doa dan dukungan masyarakat dan Pemerintah Kota Denpasar agar di Tahun 2021 nanti BNN Kota Denpasar dapat membuka Klinik Pratama Rehabilitasi Narkoba sehingga pelaksanaan P4GN di Kota Denpasar menjadi lebih paripuma guna mewujudkan Denpasar bersih dari narkoba," tutur pria yang pernah bertugas di Polda Bali itu. 

Maraknya Narkoba di Tengah Pandemi Covid-19

Kepala BNN Denpasar menyebut masa pandemi Covid-19 peredaran narkoba semakin marak, momentum masa sulit ini dimanfaatkan oleh bandar narkoba untuk mencari keuntungan.

"Peredaran narkotika di masa pandemi Covid-19 ini semakin marak, dimanfaatkan bandar mencari keuntungan kemudian masyarakat di situasi seperti ini mencari jalan pintas, diiming-imingi keuntungan mengedarkan barang haram itu ikut menjual,"ucapnya.

Sukawiyasa menegaskan, siapapun pelaku kasus narkoba akan ditindak tegas tanpa pandang bulu dalam upaya pemberantasan narkoba ini.

Program kedepan sesuai arahan Kepala BNN RI, agar BNN bekerja sama justice sistem dengan kepolisian, kejaksaan, pengadilan dan lain-lain terkait penanganan dan percepatan proses acara pemeriksaan.

Sementara itu, Penyuluh Ahli Muda BNN Kota Denpasar, Putu Soni Kurniawan menambahkan, pada Tahun 2020 ini walaupun terkendala dengan adanya pandemi Covid-19 yang melanda dunia, Indonesia dan Bali, BNN Kota Denpasar tetap bekerja secara maksimal dalam pelaksanaan P4GN dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

"Pada masa pandemi Covid-19 sosialisasi dilaksanakan secara virtual bekerjasama dengan Kelompok Siswa Peduli HIV/AIDS dan Narkoba, belakangan sosialisasi sudah dilakukan dengan tatap muka, seperti di tujuh banjar di Dangin Puri Kangin, namun peserta dibatasi hanya 15 orang, kita sosialisasi lewat video juga agar pesannya lebih gampang diserap masyarakat," kata dia. (*).

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved