Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Daftar 9 Kepala Daerah yang Meninggal karena Covid-19

Sejumlah kepala daerah yang meninggal dunia karena Covid-19 ini juga memiliki penyakit bawaan yang memperparah kondisi kesehatan mereka.

Tayang:
Editor: Eviera Paramita Sandi
Pixabay
Ilustrasi Covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM - Sederet kepala daerah ini meninggal karena virus Corona atau Covid-19

Sejak kasus pertama pasien terinfeksi Covid-19 diumumkan pada 2 Maret 2020 hingga Selasa (8/12/2020) ada 18.000 pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Dari jumlah tersebut, ada 9 kepala daerah yang meninggal dunia setelah dinyatakan terpapar Covid-10.

Tak hanya kepala daerah, sejumlah pejabat Tanah Air juga banyak yang terinfeksi Covid-19.

Mulai dari Anies Baswedan, Riza Patria, hingga sejumlah menteri.

Beberapa dari mereka akhirnya berhasil sembuh dari Covid-19.

Namun ada pula yang meninggal dunia lantaran kondisi yang sudah cukup parah.

Baca juga: Awalnya Merasa Ngantuk Berat Ingin Tidur Terus, Bupati Probolinggo Ternyata Positif Covid-19

Sejumlah kepala daerah yang meninggal dunia karena Covid-19 ini juga memiliki penyakit bawaan yang memperparah kondisi kesehatan mereka.

Kendati semikian, ada pula yang terinfeksi virus corona tanpa merasakan gejala.

Salah satu kepala daerah yang baru saja diketahui meninggal dunia yakni Bupati Bulungan, Kalimantan Utara, Sudjati (66) yang meninggal dunia pada Selasa (6/12/2020).

Sebelum meninggal, ia sempat menjalani isolasi mandiri di rumah dinas sejak dinyatakan poitif Covid-19 pada Senin (7/12/2020).

Sudjati melakukan tes swab setelah mengeluh demam dan lemas sepulang kunjungan kerja di Samarinda dan Balikpapan.

Pada akhir November 2020, Bupati Situbondo Dadang Wigiarto juga meninggal karena Covid-19.

Ia meninggal di RSD dr Abdoer Rahem, Situbondo, Jawa Timur pada Kamis (26/11/2020) sore.

Dadang dinyatakan positif Covid-19 setelah swab test yang hasilnya keluar di hari yang sama, Selasa (24/11/2020).

Kepergian dua kepala daerah tersebut menambah daftar panjang kepala daerah yang meninggal karena Covid-19.

Berikut daftar 9 kepala daerah yang meninggal karena Covid-19 sejak pandemi bulan Maret 2020:

1. Bupati Morowali Utara

Bupati Morowali Utara Ir Aptripel Tumimomor, MT.

Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor (54) meninggal pada Kamis (2/4/2020) di Rumah Sakit Umum Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

Sebelum meninggal, Aptripel sempat menjalani perawatan di RSU Kolonodale, Morowali Utara.

Ia kemudian dirujuk ke Makassar pada Rabu (1/4/2020)

Satu hari dirawat do RSUD Wahidi, Bupati Morowali Utara meninggal dunia.

Jenazah Aptripel kemudian dimakamkan di Kabupaten Gowa pada Jumat (3/4/2020) dini hari bertepatan dengan hari ulang tahunnya.

Sebelum dinyatakan positif Covid-19, Aptripel tinggal di ibu kota Jakarta selama 2 minggu.

2. Wali Kota Tanjungpinang

Wali Kota Tanjungpinang Syahrul (60) meninggal dunia pada Selasa (28/4/2020) sekitar pukul 16.45 WIB.

Ia meninggal setelah menjalani perawatan selama 17 hari di RSUP Raja Ahmad Thabib setelah dinyatakan positif Covid-19.

Sebelum mendapatkan perawatan, Syahrul sempat melakukan perjalanan ke Sumbar dan Batam.

Sang wali kota dimakamkan pada Selasa malam di Taman Makam Pahlawan Pusara Bhakti Batu 5 Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Sementara itu cucu, sang istri Wali Kota Tanjungpinang juga dinyatakan positif Covid-19.

Selain itu dokter prinadi Syahrul juga dinyatakan positif Covid-19. Sang dokter tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar kota.

Namun ia merawat Wali Kota Tanjungpinang di rumah selama seminggu.

3. Wali Kota Banjarbaru

Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani meninggal dunia pada Senin (10/8/2020) dini hari saat menjalani isolasi karena terpapar Covid-19.

Ia meninggal di RSUD Ulin Banjarmasin di usia 50 tahun. Nadjmi dan istrinya dinyatakan positif Covid-19.

Sebelum meninggal, Nadjmi sempat membuat video berdurasi 2 menit yang direkam di sebiah rumah sakit. Video tersebut viral di media sosial pada Senin (27/7/2020).

Di dalam video tersebut, Nadjmi terlihat mengenakan alat bantu pernapasan dan ia mengumukan dirinya serta istri terkonfirmasi positif.

Dari hasil tracing, Sekertaris Daerah Banjarbaru dan empat pejabat publik juga terpapar Covid-19.

Termasuk ajudan sekda dan sopir pribadinya.

4. Wakil Bupati Way Kanan

Wakil Bupati Way Kanan, Lampung, Edward Antony meninggal dunia pada Minggu (16/8/2020).

Edward meninggal dunia setelah sepekan dirawat di RSUD dr H Abdul Moeloek Bandar Lampung karena terpapar Covid-19.

Dia dinyatakan positif Covid-19 pada 8 Agustus 2020 sepulang perjalanan dari Jakarta.

Selain dinyatakan positif corona, Edward juga diketahui memiliki penyakit penyerta, yaitu kencing manis dan diabetes melitus.

5. Plt Bupati Sidoarjo

Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin meninggal dunia saat dirawat di RSUD Sidoarjo pada Sabtu (22/8/2020).

Nur Achmad menjabat sebagai Plt Bupati Sidoarjo menggantikan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah yang ditahan KPK karena kasus korupsi.

Dari hasil diagnosis, pria yang akrab dipangggil Cak Nur itu dinyatakan terpapar Covid-19.

Sebelum meninggal, pria yang akrab dipanggil Cak Nur sudah sakit selama sepekan.

Namun ia menolak tes swab walaupun mengalami gejala klinis demam, batuk, dan sesak napas.

Hingga akhirnya ia dibawa ke RS dan menjalani tes swab dengan hasi positif Covid-19.

Sejak itu kondisiya terus menurun hingga meninggal dunia pada Sabtu sore.

6. Bupati Berau

Bupati Kabupaten Berau, H Muharram, meninggal dunia pada Selasa (22/9/2020) sekitar ukul 16.45 Wita.

Ia meninggal diusia 52 tahun saat menjalani perawatan di RS Pertamina Balikpapan karena terpapar Covid-19.

Sebelum sakit, ia sempat menemani kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ke Maratua, Berau.

Edhy berkunjung ke Berau pada, Selasa (1/9/2020), untuk melepasliarkan 300 ekor tukik ke perairan pantai Green Nirvana Resort Maratua.

Tiga hari setelah kunjungan tersebut, Menteri Edhy dikabarkan positif Covid-19 dan 5 hari kemudian, pada Rabu (9/9/2020) Muharram dinyatakan positif Covid-19.

Hasil tersebut terungkap setelah Muharram melakukan cek kesehatan sebagai syarat maju Pilkada 2020 di RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan.

7. Bupati Bangka Tengah

Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh meninggal dunia pada Minggu (4/10/2020) sekitar pukul 03.17 WIB..

Ia meninggal di usia 58 tahun di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT), Kepulauan Bangka Belitung saat menjalani perawatan karena Covid-19.

Almarhum yang juga kandidat petahana bupati di Pilkada Bangka Tengah.

Ibnu dirawat di rumah sakit tersebut sejak 27 September 2020 setelah mengeluh demam dan sesak napas.

Selain Ibnu Saleh, anggota keluarganya yang lain yakni istri dan seorang anaknya serta seorang pengurus rumah juga dinyatakan positif corona.

Di Pilkada 2020, Ibnu Saleh berpasangan dengan Herry Elfian yang juga dirawat di rumah sakit karena terpapar Covid-19.

8. Bupati Situbondo

Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto (54) meninggal karena Covid-19 di RSD dr Abdoer Rahem, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (26/11/2020) sore.

Ia dinyatakan positif Covid-19 setelah swab test yang hasilnya keluar di hari yang sama, Selasa (24/11/2020).

Dadang masuk kategori orang tanpa gejala. Namun ia memiliki penyakit bawaan hipertensi.

Saat masuk rumah sakit, kondisi Dadang stabil.

Namun kondisinya naik turun dan sempat menggunakan ventilator.

Dokter menyebut virus corona yang menyerang Bupati Dadang masuk kategori ganas.

Saat menjalani perawatan, Dadang sempat akan dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Namun sebelum dirujuk, kondisinya terus melemah hingga oksigen di darahnya turun hingga 84 persen.

Ia meninggal pada Kamis sore pukul 16.31 WIB.

9. Bupati Bulungan

Bupati Bulungan, Kalimantan Utara, Sudjati meninggal setelah terpapar Covid-19 pada Selasa (8/12/2020) sekitar pukul 11.25 Wita.

Ia meninggal dunia di usia 66 tahun di RSUD Soemarno Sosroatmodjo Bulungan.

Sudjati terkonfirmasi positif Covid-19 pada Senin (7/12/2020).

Sebelum menjalani tes swab, dia sempat mengeluhkan demam dan lemas.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Bulungan, Imam Sujono, Sudjati menjalani isolasi mandiri di rumah dinasnya karena tempat karantina khusus penuh.

Sebelum sakit, Bupati Bulungan sempat melakukan kunjungan kerja di Samarinda dan Balikpapan.

Kondisi kesehatan Sudjati menurun pada Senin (7/12/20) malam.

Ia pun dilarikan ke RSUD Bulungan.

Di RSUD Bulungan, Sudjati mendapat perawatan intensif.

Namun, karena punya riwayat penyakit jantung dan faktor usia, Sudjati tidak terselamatkan. (TribunNewsmaker.com/*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Berikut 9 Kepala Daerah yang Meninggal karena Covid-19... dan di Tribunnews.com 9 Kepala Daerah Meninggal karena Covid-19, Bupati Situbondo OTG, Ada yang Punya Penyakit Bawaan

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved