Breaking News:

7 Bandara di Indonesia Ini Diizinkan Jadi Akses Masuk Turis Asing ke Tanah Air Selama Pandemi 

Namun selama masa adaptasi kebiasaan baru ini, turis asing yang akan memasuki Indonesia masih dibatasi.

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Dua petugas Avsec berjaga di pintu masuk terminal keberangkatan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Senin (9/11/2020). 

TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah Indonesia hanya membuka sejumlah bandara yang siap menerima turis asing selama pandemi Covid-19 ini.

Hanya ada 7 bandara yang dipilih sebagai pintu masuk turis asing ke Tanah Air.

Namun selama masa adaptasi kebiasaan baru ini, turis asing yang akan memasuki Indonesia masih dibatasi.

Tak sampai di situ saja, turis asing yang masuk ke Indonesia harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan.

Satu di antaranya adalah kepemilikan surat keterangan sehat dalam bahasa Inggris dari otoritas kesehatan di masing-masing negara.

Lalu, bandara mana saja yang bisa menerima turis asing masuk ke Indonesia?

Diunggah ke dalam akun sosial media Instagram @ditjen_imigrasi, Selasa (8/12/2020), berikut tujuh daftar bandara yang diizinkan sebagai akses pintu masuk turis asing ke wilayah Indonesia:

1. Bandara Internasional Kualanamu - Medan

2. Bandar Udara Internasional Hang Nadim - Batam

3. Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta - Tangerang

4. Bandar Udara Internasional Juanda - Surabaya

5. Sam Ratulangi Bandar Udara - Manado

6. Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin - Makassar

7. Bandar Udara Internasional Ngurah Rai - Bali

Diakses TribunTravel pada Jumat (11/12/2020) dari situs resmi Direktorat Jenderal ImigrasiKementerian Hukum dan HAM RI, ada kriteria tertentu bagi turis asing yang diizinkan masuk ke Indonesia.

Kriteria ini berlaku untuk anak-anak dan dewasa dengan membawa dokumen yang telah ditentukan.

Berikut daftarnya:

  • Anak dwikewarganegaraan dengan paspor asing yang tercatat sebagai WNI dalam aplikasi Imigrasi dan memiliki bukti tanda masuk sbg WNI
  • Orang Asing pemegang Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan Izin Tinggal Tetap (KITAP) yang Izin Masuk Kembalinya masih berlaku
  • Orang Asing pemegang Visa Diplomatik dan Visa Dinas
  • Orang Asing pemegang Izin Tinggal Diplomatik dan Izin Tinggal Dinas Tenaga bantuan dan dukungan medis, pangan, dan alasan kemanusiaan
  • Awak alat angkut
  • Orang Asing yang akan bekerja pada PROYEK STRATEGIS NASIONAL dengan persetujuan Direktorat Jenderal Imigrasi
  • Orang Asing pemegang Izin Tinggal Terbatas (KITAS)/Izin Tinggal Tetap (KITAP) yang KITAS/KITAP dan Izin Masuk Kembali sudah habis masa berlakunya dan masih berada di luar negeri

Selanjutnya, turis asing yang hendak masuk ke Indonesia tentu harus memenuhi syarat.

Adapun syarat yang diajukan untuk keamanan dan kenyamanan selama memasuki wilayah Indonesia.

Turis asing yang mendapat pengeculian atau kriteria bisa masuk ke Indonesia tersebut harus melengkapi syarat berikut ini:

1. Surat keterangan sehat dalam bahasa Inggris dari otoritas kesehatan di masing-masing negara

2. Pernyataan bersedia masuk karantina selama 14 (empat belas) hari yang dilaksanakan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau melaksanakan karantina mandiri di bawah pengawasan otoritas kesehatan Indonesia

3. Telah berada selama minimal 14 (empat belas) hari di wilayah/negara yang bebas virus COVID-19 sebelum tiba di Indonesia, dibuktikan dengan tiket perjalanan dan boarding pass, atau dilakukan wawancara oleh petugas dengan menyertakan bukti-bukti penunjang lain. Apabila masih banyak negara yang belum bebas COVID-19, dapat menggunakan persyaratan dalam nomor 1 dan 2 di atas

(TribunTravel.com/Nurul Intaniar)

 
 

Editor: Eviera Paramita Sandi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved