Breaking News:

Tercatat Sebagai Residivis Narkotik, Aria Kembali Dibui 11 Tahun Karena Jualan Sabu

Untuk kedua kalinya, Aria Andardika (35) kembali terlibat peredaran narkotik.

Penulis: Putu Candra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/I Putu Candra
Foto : Aria Andardika saat menjalani sidang putusan secara virtual dari Lapas Kerobokan. Residivis narkotik ini dijatuhi hukuman 11 tahun penjara, kerena terlibat jual beli sabu. 

Hal senada juga disampaikan jaksa menanggapi putusan majelis hakim. 

Diungkap dalam surat dakwaan jaksa, terdakwa Aria ditangkap petugas kepolisian dari Ditres Narkoba Polda Bali di kamar kosnya, Jalan Kebak Sari, Abian Timbul, Pemecutan Klod, Denpasar Barat, pada hari Selasa, 25 Agustus 2020 sekitar pukul 01.00 Wita.

Selain menangkap terdakwa, petugas kepolisian juga berhasil mengamankan 29 paket sabu seberat 58,68 gram netto. 

Terdakwa dibekuk berdasarkan informasi dari masyarakat yang diperoleh petugas kepolisian, bahwa di seputaran Pemecutan kerap terjadi peredaran dan traksaksi narkotik.

Berbekal informasi itu, kemudian petugas kepolisian melakukan penyelidikan, dan mengarah pada terdakwa.

Terdakwa pun berhasil diamankan di kamar kosnya. 

Kemudian dilakukan penggeledahan terhadap terdakwa dan kamar kos.

Hasilnya, ditemukan 29 paket sabu dengan berat keseluruhan 58,68 gram netto.

Selain itu, ditemukan juga 1 alat isap sabu (bong) serta barang bukti terkait lainnya. 

Selanjutnya dilakukan interogasi.

Terdakwa mengaku mendapat narkotik tersebut dari seseorang bernama Wayan.

Wayan memerintahkan terdakwa untuk mengambil tempelan sabu.

Lalu dipecah dan kembali ditempel sesuai perintah Wayan.

Sekali tempel terdakwa mendapat upah Rp. 50 ribu.

Namun belum sempat menempel paket sabu, terdakwa keburu ditangkap petugas kepolisian.(*).

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved