Breaking News:

Pilkada Serentak

Pelaksanaan Pilkada di Bali Dipuji KPU RI, Tingkat Parmas Secara Nasional Mencapai 75,77 Persen

Pelaksanaan Pilkada di Bali Dipuji KPU RI, Tingkat Parmas Secara Nasional Mencapai 75,77 Persen, Parmas di Kota Denpasar Termasuk Paling Rendah

Tribun Bali
Ilustrasi Pilkada Serentak. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Komisioner KPU RI, Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menyebutkan bahwa pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 pada 9 Desember lalu di 270 daerah telah berlangsung secara lancar dan aman di tengah pandemi Covid-19.

Bali menggelar enam Pilkada diantaranya Denpasar, Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli, dan Karangasem.

Bahkan, ia mengatakan, bahwa secara nasional pihaknya telah menetapkan target partisipasi masyarakat (parmas) secara umum adalah 77,5 persen.

Dari hasil evaluasi sementara yang telah berjalan sampai saat ini, parmas secara nasional mencapai 75.77 persen.

Baca juga: Yabes Tanuri: Kontrak Teco Selesai Tahun Ini

Baca juga: Coca-cola Bakal PHK 2.200 Pegawai di Seluruh Dunia Akibat Dampak Keras Pandemi Covid-19

Baca juga: Ini Jadwal Acara Belajar dari Rumah Hari Ini 19 Desember di TVRI, Ada Acara Konser Tur Nasional 2020

Menurut dia, angka tersebut termasuk lebih baik dibandingkan dengan Pilkada 2015 lalu yakni 75 persen.

“Target diawal KPU itu kan 77,5 persen secara nasional. Banyak pihak yang mengkhawatirkan bahwa partisipasi itu akan turun drastis. Ternyata setelah melalui proses yang cukup panjang mulai dari regulasi bagaimana KPU membentuk aturan penerapan prokes dalam Pilkada, jadi dari data kami, partisipasi yang kami terima itu 75,77 persen. Kurang sedikit,” ujarnya, Jumat (18/12/2020).

Menurutnya, sejak awal target tersebut diragukan berbagai pihak.

Namun, KPU beralasan bahwa tingginya target yang ditetapkan merupakan bentuk kesungguhan penyelenggara terhadap respon bagi masyarakat yang memiliki hak pilih.

Dibandingkan dengan Negara lain yang menyelenggarakan Pilkada di tengah pandemi Covid-19 banyak yang mengalami penurunan, sementara di Indonesia masih tergolong tinggi parmasnya.

“Tentu bukan soal angka. Dengan menetapkan target yang tinggi tentu diharapkan terhadap upaya memberikan sosialisasi, melakukan pendidikan pemilih, dan memberikan ruang kepada warga Negara berhak memilih itu dilakukan secara optimal,” tandasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved