Breaking News:

Rusia Mulai Vaksinasi Covid-19 kepada Para Kosmonaut, WHO Kirim Penyidik ke China

Rusia mulai menyuntikkan vaksin Covid-19 Sputnik V kepada petugas medis dan pekerja lini terdepan di Moskow

Editor: DionDBPutra
ilustrasi
Kosmonaut 

TRIBUN-BALI.COM, MOSKOW - Rusia mulai memvaksinasi kosmonaut dan juga stafnya pada Jumat (18/12/2020) di Star City, kota tertutup dekat Moskow yang menjadi markas program luar angkasa negara tersebut.

Demikian pernyataan perusahaan ruang angkasa Roscosmos.

Rusia mulai menyuntikkan vaksin Covid-19 Sputnik V kepada petugas medis dan pekerja lini terdepan di Moskow awal Desember ini, dan lebih dari 200.000 orang telah divaksinasi.

Kosmonaut Nikolai Chub dan Oleg Artemyev, mantan anggota kru International Space Station, mendapat suntikan pertama dari dua vaksin Sputnik V pada Jumat (18/12/2020).

Baca juga: Ini 3 Drakor yang Diadaptasi dari Webtoon di Akhir Tahun 2020, Bisa Ditonton di Netflix atau Viu

Baca juga: Ini 5 Barang yang Sering Ada dalam Tas Ratu Elizabeth II, Apa Saja Itu ?

Kepala klinik setempat, Olga Minina, menuturkan para kosmonaut secara sukarela menerima vaksin tersebut, yang dinamai sesuai dengan satelit Soviet yang memicu perlombaan luar angkasa.

Sputnik V merupakan vaksin yang dikembangkan oleh Rusia sekaligus satu dari dua vaksin yang uji klinis tahap akhirnya belum rampung.

Presiden Vladimir Putin pada Kamis mengaku dirinya belum divaksinasi, tetapi ia akan melakukannya jika memungkinkan.

Sementara itu, pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (18/12/2020) mengumumkan bahwa tim internasional yang dipimpin oleh badan PBB tersebut akan bertolak ke China pada pekan pertama Januari guna menginvestigasi asal mula pandemi virus corona.

Pakar kedaruratan WHO, Mike Ryan, mengatakan para pakar internasional akan mendatangi Kota Wuhan di China tengah, tempat kasus Covid-19 pertama terdeteksi pada Desember tahun lalu.

"Kami masih belum mendapat tanggal keberangkatan sebab masih mengurus logistik seputar visa dan penerbangan. Kami berharap tim akan pergi ke sana (China) pada pekan awal Januari. Akan ada pengaturan karantina," kata Ryan saat konferensi pers.

"Tim akan mengunjungi Wuhan, itulah tujuan misinya. Poin misi ini adalah mendatangi titik asal di mana kasus manusia ditemukan. Mereka berharap penuh dapat melakukan itu," tambahnya.

Pejabat WHO juga mengatakan bahwa tiga perempat kasus terjadi di Amerika. Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada Kanada atas komitmennya untuk mendonasikan dosis vaksin ke negara lain.

Kepala teknisi Covid-19 WHO, Maria Van Kerkhove, mengatakan badan tersebut telah berkoordinasi dengan ilmuwan Afrika Selatan yang mengidentifikasi adanya varian baru virus SARS-CoV2.

Sumber: antaranews.com

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved