Breaking News:

Sponsored Content

Warmadewa SMEs Forum Dorong Percepatan Digitalisasi UMKM di Bali

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa bekerja sama dengan Dekranasda Provinsi Bali dan Kadin Provinsi Bali mengadakan Webinar dalam rangka

Istimewa
Dr. Made Sara, Dekan FEB Unwar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa bekerja sama dengan Dekranasda Provinsi Bali dan Kadin Provinsi Bali mengadakan Webinar dalam rangka Warmadewa SMEs Forum (WSF) dengan tema “Digitalisasi Ekonomi Berbasis UMKM” yang menghadirkan ketua harian Dekranasda yang juga Kadis Disperindag Provinsi Bali, Ir. I Wayan Jarta. MM, ketua Kadin Bali, Made Ariandi, Dekan FEB Unwar, Dr. Made Sara dan Prof. Roy Darmawan dari Ekonomi Guangxi University for Nationalities.

Acara ini dilaksakan tanggal 18 Desember 2020, diikuti oleh 350 peserta yang berasal dari Bali, Kupang, NTB dan
Jawa.

Latar belakang peserta beasal dari dosen, mahasiswa, pengusaha, pekerja swasta dan pengusaha.

Baca juga: BREAKING NEWS: 3 Orang Meninggal Dunia Setelah Keracunan Gas di Sebuah Ruko di Jimbaran

Baca juga: Satrio Welang Luncurkan Album Danumaya, Diluncurkan Virtual Melalui Sound Cloud

Baca juga: SE Gubernur Bali Berlaku Hari Ini, Pergerakan Penumpang di Bandara Ngurah Rai Diprediksi Menurun

"Selama pandemi Covid-19 Bali menjadi daerah paling terdampak secara ekonomi, lumpuhnya sektor pariwisata dan imbauan physical distancing mengakibatkan turunnya permintaan atas barang dan jasa serta membatasi ruang gerak UMKM untuk melakukan aktivitas bisnisnya."

"Sehingga perlu mendorong UMKM memanfaatkan teknologi digital agar tetap dapat menjual produk atau jasanya, dan sekaligus
untuk memperluas jangkauan pasar" ujar Ketua Panitia A A Gd Krisna Murti SE., M.Si.

Keynote Speech, Ir. I Wayan Jarta. MM menyebutkan pandemi Covid-19 ini mengharuskan semua pihak pemeritah, swasta dan perguruan tinggi untuk secara cepat dan tepat mencari solusi/terobosan pada kondisi sulit seperti sekarang ini sehingga mendorong UMKM/IKM Bali dapat segera bangkit.

Baca juga: Kisah Cok Ace tentang Ratu Gede Gombrang, Sesuhunan Celuluk di Ubud yang Pernah Dibawa Orang Kanada

Baca juga: Jangan Kaget, Arti Mimpi Membunuh Orang Tua Ternyata Pertanda Rezeki Nomplok

Baca juga: Mendagri Minta Para Kepala Daerah Buat Aturan Terkait Kerumunan di Masa Pandemi Covid-19

"Sebaliknya pandemi Covid-19 tidak menjadikan alasan bagi UMKM/IKM di Bali untuk berdiam diri."

"UMKM Bali harus tetap produktif dan mampu melihat peluang yang ada untuk menyusun strategi, menciptakan branding produk membangun kepercayaan dan strategi pemasaran melalui platform digital e-commerce dan/ atau e-marketplace," tambahnya.

Ketua Kadin Bali, Made Ariandi menyampaikan, tantangan digitalisasi UMKM di antaranya akses internet yang belum merata, rendahnya pemahaman pengusaha UMKM dalam memanfaatkan platform digital dan masih banyak pengusaha yang masih takut
melakukan transaksi secara daring karena dianggap tidak aman.

Baca juga: Daftar UMP 2021 Terbaru di 34 Provinsi, Dari yang Tertinggi Hingga Terendah

Baca juga: Budidaya Lobster Pertama Kali Berhasil di Bali

Baca juga: Jadwal Liga Inggris Akhir Pekan - Liverpool Bisa Makin Kokoh di Puncak, Derbi Mawar Akan Terulang

Pembicara dan Dekan FEB Unwar, Dr. Made Sara menyebutkan transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) juga merupakan kunci mendorong digitalisasi UMKM dalam rangka meningkatkan produktivitas di tengah pandemi.

Perlu dilakukan sinergi antara kampus, pemerintah dan pelaku UMKM untuk percepatan digitalisasi UMKM dari perumusan kebijakan hingga pendampingan dan pelatihan terhadap UMKM.

UMKM yang memanfaatkan internet terbukti lebih mampu menahan tekanan krisis.

Hasil survei menunjukkan, UMKM yang telah melakukan transaksi secara daring lebih sedikit terkena dampak
negatif pandemi dibandingkan yang masih berjualan secara langsung. (*)

Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved