Populer di Tribun Bali
POPULER TERKINI: Virus Corona Baru di Inggris hingga Bungker Terduga Teroris 'Profesor' Upik Lawanga
Populer terkini: virus corona baru di Inggris; bungker sedalam tiga meter terduga teroris JI Upik Lawanga; Komnas HAM bakal periksa Kabareskrim.
TRIBUN-BALI.COM - Populer di Tribun Bali hari ini, Senin 21 Desember 2020.
Berikut tiga berita populer yang mungkin Anda lewatkan.
Mulai dari virus corona baru di Inggris yang memicu lonjakan tajam kasus Covid-19 di negara tersebut; bungker sedalam tiga meter di tempat persembunyian terduga teroris Jamaah Islamiyah Taufik Bulaga alias Upik Lawanga di Lampung Tengah; hingga pemeriksaan Kabareskrim terkait lanjutan penyelidikan bentrok FPI-polisi oleh Komnas HAM.
1. Varian Baru Virus Corona di Inggris
Baca juga: POPULER: Mau BLT UMKM Rp 2,4 Juta? Ini Syarat dan Caranya
Inggris menemukan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang memicu lonjakan tajam kasus Covid-19 di negara tersebut.
Selain menyebar lebih cepat dari virus corona yang ada sebelumnya, varian baru virus corona ini kemungkinan juga tak mempan dengan vaksin Covid-19 yang saat ini tengah dikembangkan di berbagai negara.
Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock mengatakan, pihaknya telah menemukan lebih dari 1.000 kasus Covid-19 yang terinfeksi dari varian virus jenis baru ini.
Kasus akibat varian virus baru ini tersebar di 60 wilayah otoritas lokal Inggris.
Diperkirakan virus varian baru ini serupa dengan mutasi yang ditemukan di sejumlah negara dalam beberapa bulan belakangan.
”Kami telah mengidentifikasi varian baru dari virus corona yang mungkin penyebarannya lebih cepat di tenggara Inggris," kata Matt, seperti dilansir dari The Guardian.
Matt tidak menutup kemungkinan bahwa varian baru virus ini bisa kebal terhadap vaksin Covid-19 yang akan diberikan pada pekan lalu di Inggris.
”Saya harus menekankan bahwa pada momen ini tidak menyebabkan penyakit serius atau gejala klinis baru, tapi sangat tidak mungkin mutasi ini akan gagal menanggapi vaksin, tapi kita tetap harus waspada," tuturnya.
Penasihat kesehatan pemerintah Inggris menyebut varian mutasi baru virus corona yang menyebar di Inggris ini punya tingkat penularan lebih tinggi.
Kepala petugas medis Inggris, Chris Whitty, menyebut hal ini berdasarkan data pemodelan awal dan tingkat insiden yang meningkat pesat di selatan Inggris.
Sehingga, kelompok penasihat virus corona pemerintah Inggris, mengambil kesimpulan mutasi baru ini dapat menyebar lebih cepat.
Akibat temuan varian baru virus corona ini, pemerintah Inggris kembali menerapkan kebijakan lockdown.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan pelarangan pertemuan Natal dan toko-toko yang tidak penting harus tutup di London dan sebagian besar Inggris selatan.
Kebijakan ini diambil setelah ia memberlakukan tingkat pembatasan tingkat tiga di sejumlah wilayah
Inggris memberlakukan empat level pembatasan untuk mengatasi penularan Covid-19. Saat ini kawasan London dan Inggris selatan ada di level 3.
Pembatasan level tiga membatasi pertemuan, restoran dan bar hanya boleh melayani pesanan yang dibawa pulang, sementara toko masih diperbolehkan dibuka.
Sementara pembatasan level 4 baru mewajibkan toko-toko yang tidak esensial, penata rambut, dan tempat rekreasi dalam ruangan ditutup.
Johnson juga menyatakan rencana pelonggaran pertemuan yang sebelumnya akan dilaksanakan selama lima hari (23-27 Desember) saat Natal dibatalkan untuk area tingkat 4.
Perkumpulan keluarga tidak diperbolehkan kecuali dalam kondisi yang sangat terbatas dan tidak dilakukan di tempat umum.
Selain itu, di seluruh Inggris warga hanya diizinkan melakukan pertemuan saat Natal selama satu hari.
2. Bungker 3 Meter Milik Terduga Teroris JI 'Profesor' Upik Lawanga
Polisi menemukan bungker sedalam tiga meter di tempat persembunyian tokoh Jamaah Islamiyah, Taufik Bulaga alias Upik Lawanga di daerah Lampung Tengah.
Bungker itu ditemukan Tim Detasemen Khusus Antiteror 88 saat menangkap Upik Lawanga pada 23 November silam.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, bungker berukuran 3 x 2 meter itu diduga digunakan sebagai tempat merakit senjata.
”Bungker ini berukuran 3 x 2 meter, sedalam tiga meter yang diduga menjadi tempat tersangka merakit senjata,” kata Pandra di Mapolda Lampung, Sabtu (19/12/2020).
Lokasi bungker cukup jauh dari permukiman masyarakat di wilayah Seputih Banyak, Lampung Tengah.
”Jauh dari keramaian masyarakat, ini modus untuk menutupi kegiatan tersangka," kata Pandra.
Saat polisi membongkar bungker, ternyata bungker tersebut digenangi air setinggi lutut orang dewasa.
Pandra menyebutkan, bungker itu sengaja digenangi air untuk kepentingan tersangka menguji senjata yang telah dirakit.
"Untuk menyamarkan agar tidak diketahui saat menguji," kata Pandra.
Di dalam bungker itu, polisi juga menemukan bahan baku senjata api. Bahan baku itu berupa pipa besi berdiameter sekitar 2 sentimeter dengan panjang 2 meter.
Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, pipa besi tersebut ditemukan di antara tumpukan barang yang berada di atas bungker.
"Kami menemukan pipa besi sepanjang 2 meter di atas bungker," kata Ahmad.
Pipa besi tersebut diduga merupakan bahan baku yang digunakan untuk membuat laras senjata api.
"Besi seperti ini biasa digunakan untuk membuat laras senjata api rakitan. Tetapi akan kami periksa selanjutnya untuk mengetahui lebih rinci," kata Ahmad.
Penemuan barang bukti tersebut tidak mengejutkan karena Upik memang dikenal sebagai ahli perakit senjata api.
Upik adalah anggota Jamaah Islamiyah yang menjadi dalang dari beberapa aksi teror, seperti bom Bali, bom Tentena, dan sejumlah aksi mulai dari 2004-2006.
Menurut Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Upik Lawanga di kalangan Jamaah Islamiyah dijuluki dengan sebutan "profesor".
"Tersangka Upik Lawanga ini sangat ahli dalam merakit senjata dan membuat bom berdaya ledak tinggi," kata Pandra.
Pandra menambahkan, tersangka juga sangat lihai dalam menutupi jejak dan aktivitasnya, yakni menyamarkan dengan memelihara bebek.
"Suara bising hewan peliharaan ini menjadi kamuflase saat tersangka merakit senjata ataupun menguji senjata," kata Pandra.
3. Komnas HAM Bakal Periksa Kabareskrim Terkait Bentrok FPI-Polisi
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) melayangkan surat pemeriksaan kepada Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.
Pemeriksaan terhadap Kabareskrim itu terkait lanjutan penyelidikan bentrok FPI-polisi yang terjadi pada Senin (7/12/2020).
Surat yang dilayangkan Komnas HAM itu berupa permintaan kepada Kabareskrim untuk dimintai keterangan terkait mobil yang menjadi barang bukti dalam insiden yang menewaskan enam laskar pengawal Rizieq Shihab tersebut.
”Tim penyelidikan Komnas HAM RI telah melayangkan surat kepada Kabareskrim Polri untuk dapat memperoleh keterangan terkait mobil dan berbagai informasi yang terdapat pada mobil tersebut,” kata Ketua Tim Penyelidikan Komnas HAM RI, Choirul Anam dalam keterangannya, Minggu (20/12/2020).
Anam mengatakan, dalam pemeriksaan itu, Komnas HAM nantinya akan melihat langsung mobil yang ditumpangi enam laskar FPI maupun mobil yang digunakan aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya dalam peristiwa yang terjadi di Km 50 tol Jakarta-Cikampek itu.
Namun, Komnas HAM belum menentukan jadwal pasti pemeriksaan terhadap jenderal bintang tiga tersebut.
"Permintaan keterangan ini dengan melihat dan memeriksa mobil secara langsung. Semoga pengambilan dan permintaan keterangan ini dapat dilakukan sesuai jadwal," ujar Anam.
Sebelumnya Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara juga mengatakan bahwa pihaknya akan mendalami keterangan dari kepolisian dengan mengecek kendaraan yang digunakan oleh polisi dan FPI.
Pendalaman akan dilakukan sebelum libur Natal.
Beka pun menjelaskan alasan mengapa pihaknya melakukan pendalaman tersebut.
"Mengonfirmasi keterangan dari polisi dan FPI terkait posisi, cacat kendaraan, dan juga posisi semua orang yang berada dalam mobil," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/covid-19.jpg)