Breaking News:

Berita Bali

FGD Ajak Pelaku Sport Tourism agar Bangkitkan Sport Tourism Bali yang Sehat & Aman di Masa Mendatang

Tribun Bali bekerjasama dengan Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (22/12/2020) menggelar Focus Group Discussion  (FGD) bertemakan

Penulis: Karsiani Putri | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Karsiani Putri
Tribun Bali bekerjasama dengan Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (22/12/2020) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertemakan 'Membangkitkan Sport Tourism Bali yang Sehat dan Aman di Masa Mendatang' 

Herty Paulina Purba menjelaskan bahwa Bali memiliki potensi untuk menjadi sport event host dalam era pandemi.

Alasan yang pertama adalah karena lingkup outdoor dan lingkungan pulau Bali yang mencakup berbagai macam atmosphere, contohnya Pegunungan, dan Laut.

Yang kedua adalah ketersediaan fasilitas dan instruktur yang memadai untuk memenuhi kebutuhan turis dalam aspek tourism dan sport.

Dan yang ketiga adalah sumber daya manusia yang berkualias dan dapat mengimplementasikan standar SOP New Normal.

“Semua ada dan semua bisa di Bali,” ujar Herty Paulina Purba.

Baca juga: Protokol Kesehatan Berbasis CHSE, Upaya Bersama untuk Menuju Pariwisata Berkualitas di Badung

Menurutnya, adapun panduan penyelenggaraan event yang bersinergi dengan peraturan pementah dalam pencegahan penyebaran Covid-19, yakni Pre Event, On Event, dan Post Event.

“Pada saat Pre Event, yaitu protokol baru dalam perencanaan event seperti  koordinasi dengan instansi seperti Satgas Penanganan Covid daerah, Low Management yang mendukung Physical Disancing Sistem Registrasi tanpa kontak (contactless), Strerilisasi Venue dan SOP baru SDM. Ketika On Event, yaitu menyediakan fasilitas dan sistem yang mendukung Physical Distancing. Adanya prosedur darurat saat adanya kemungkinan terjadi kontaminasi. Contoh fasilitas seperti penyediaan Rapid tes, penyediaan alat kebersihan dan hand sanitizer, masker, facemask, dan lainnya. Dan ketiga Post Event, prosedur keluar yang terstruktur untuk setiap kepentingan. Sterilisasi venue, dan pemantauan anggota penyelenggara event selama 14 hari,” paparnya.

Sedangkan untuk tahapan memenuhi kebutuhan Sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, dan Environment (CHSE) dalam penyelenggaraan event, terdiri dari empat yakni Sosialisasi, Fasilitas CHSE, SDM Terlatih, dan Sertifikasi.

Sosialisasi yang dimaksud adalah uji lapangan dengan mengikuti panduan protokol yang baru serta mempersiapkan sertfikasi pelaku usaha.

Kemudian mempersiapkan fasilitas CHSE dan bersedia untuk auditing.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved