Liburan di Bali, Ini 7 Tempat Wisata di Bali yang Wajib Anda Kunjungi

Berikut ini adalah 7 tempat wisata di Bali yang layak dikunjungi untuk saat libur akhir tahun. Dari Pantai Pandawa hingga Penglipuran.

Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Rizal Fanany
Suasana di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Ungasan, Badung, Jumat (4/12/2020). GWK dibuka kembali setelah sempat ditutup sejak Maret 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. 

TRIBUN-BALI.COM - Libur akhir tahun kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Pandemi Covid-19 mengharuskan kita untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Bagi Anda yang sedang atau akan belibur di Bali, pastikan diri Anda dalam keadaan sehat dan melengkapi syarat-syarat yang telah ditentukan.

Selama berlibur di Bali, sudahkah Anda menentukan tempat wisata yang akan dikunjungi?

Nah, berikut ini adalah 7 tempat wisata di Bali yang layak dikunjungi untuk saat libur akhir tahun. Tetap taati protokol kesehatan ya, Tribuners...

1. Pantai Pandawa

Pantai Pandawa terlihat dipadati turis asing dan lokal.
Pantai Pandawa. (TRIBUN BALI/EDI SUWIKNYO)

Pantai Pandawa adalah salah satu pantai favorit yang wajib dikunjungi bila Anda berada di Bali.

Pantai Pandawa terletak di Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung, Bali.

Pantai Pandawa terkenal dengan tebing-tebing yang dibelah serta tulisan “Pantai Pandawa” yang muncul di dinding tebing.

Selain itu, sepanjang jalan memasuki kawasan pantai, wisatawan akan melihat patung-patung raksasa yang seolah berjaga di tepian tebing kapur.

Patung-patung tersebut adalah patung 5 anggota Pandawa.

Selain bersantai dan bermain pasir pantai yang putih bersih, wisatawan bisa pula menguji adrenalin untuk mencoba wahana paralayang.

Baca juga: Pariwisata Nusa Penida Mulai Bangkit, Ratusan Wisdom Berkunjung ke Pantai Kelingking Saat Weekend

2. Garuda Wisnu Kencana (GWK)

Suasana di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Ungasan, Badung, Jumat (4/12/2020). GWK dibuka kembali setelah sempat ditutup sejak Maret 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Suasana di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Ungasan, Badung, Jumat (4/12/2020). GWK dibuka kembali setelah sempat ditutup sejak Maret 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Sejak mulai buka kembali tanggal 4 Desember lalu, kunjungan ke Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park cukup banyak wisatawan yang mengunjungi salah satu ikon Pulau Dewata ini.

Di GWK Cultural Park, Anda dapat menikmati bukit-bukit kapur yang diiris-iris atau kerap disebut land art (seni lahan).

Tak ketinggalan patung GWK yang megah dan gagah karya maestro I Nyoman Nuarta.

Sejak dibuka mulai 4 Desember lalu, antusiasme wisatawan yang berkunjung ke GWK juga terlihat.

Ada berbagai promo yang telah disiapkan manajemen GWK Cultural Park. 

Antara lain promo tiket masuk ke dalam pedestal patung GWK dari Rp 150 ribu per orang, kini hanya Rp 50 ribu.

Promo ini berlangsung hanya sampai tanggal 31 Desember 2020 mendatang.

3. Menikmati Sunrise di Desa Pinggan

Suasana matahari terbit dari dataran tinggi Desa Pinggan Kintamani, Bangli, Bali beberapa waktu lalu.
Suasana matahari terbit dari dataran tinggi Desa Pinggan Kintamani, Bangli, Bali beberapa waktu lalu. (Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati)

Jika Anda berada di Bali, cobalah untuk menikmati matahari terbit di pagi hari.

Salah satu spot melihat sunrise di Bali adalah di Desa Pinggan, Kintamani, Bangli.

Desa Pinggan berada dataran tinggi yang yang sejuk dengan pemandangan menawan.

Suhu udara di Desa Pinggan berkisar 16-19 derajat Celcius, sehingga udaranya sejuk dan sangat suasana sangat tenang.

Alsan Desa Pinggan wajib dikunjungi adalah pemandangan alam di sekitarnya yang membuat betah.

Desa Pinggan menjadi spot terbaik di Kintamani untuk menikmati keindahan matahari terbit.

Letaknya yang berada di ketinggian dengan pemandangan hamparan lembah dari kawah gunung Batur yang berada di bawahnya makin memanjakan mata Anda.

Pengunjung juga bisa menikmati hamparan gelombang awan di pagi hari yang terbentang di kaki Gunung Batur, menyelimuti desa-desa yang ada di bawahnya.

Di atasnya berpendar cahaya matahari terbit berwarna jingga yang memanjakan mata.

Latar belakang Gunung Batur, Gunung Abang dan Gunung Agung di lokasi ini makin menambah eksotisme dan membuat hari pertama tahun baru anda makin berkesan.

Baca juga: Ini 5 Spot Terbaik Menikmati Sunrise di Bali, Cocok untuk Liburan Akhir Tahun

4. Kebun Raya Bedugul

Kebun Raya Eka Karya Bali atau yang lebih terkenal dengan nama Kebun Raya Bedugul di Kecamatan Baturiti, Tabanan, Selasa (2/4/2019).
Kebun Raya Eka Karya Bali atau yang lebih terkenal dengan nama Kebun Raya Bedugul di Kecamatan Baturiti, Tabanan, Selasa (2/4/2019). (Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan)

Jika berkunjung ke Bali, jangan lewatkan Kebun Raya Eka Karya yang berada di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Perlu diketahui, kebun raya ini juga kerap disebut Kebun Raya Bali atau Kebun Raya Bedugul. Dengan luas 157,5 hektare, kebun raya ini memiliki ratusan koleksi jenis pohon dan berbagai jenis kaktus.

Beberapa di antaranya adalah koleksi 293 jenis anggrek, 80 jenis tumbuhan paku, 94 jenis koleksi begonia, 2.000 spesies kaktus, dan berbagai jenis tanaman yang biasa digunakan untuk upacara umat Hindu.

Kebun Raya Eka Karya Bali berada di Jl. Kebun Raya, Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Tempat ini berlokasi di Bedugul, sekitar 60 kilometer dari Denpasar.

5. Danau Beratan

Wisatawan di DTW Ulundanu Beratan, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali, beberapa waktu lalu.
Wisatawan di DTW Ulundanu Beratan, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali, beberapa waktu lalu. (Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan)

Danau Beratan terletak di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Memiliki ketinggian 1.200 mdpl, danau ini juga memiliki udara yang sejuk. Sambil menikmati udara sejuk, kamu bisa melihat panorama alam Danau Beratan yang dikelilingi oleh hutan dan perbukitan asri yang diselimuti oleh kabut.

Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan saat berada di Danau Beratan adalah mengelilingi danau menggunakan perahu. Jernihnya air danau membuat bayanganmu tampak jelas saat melihatnya di tengah danau dari atas perahu. Bahkan jika beruntung, mungkin kamu bisa melihat ada biota apa saja di danau tersebut.

Selain pesona alamnya, hal lain yang membuat Danau Beratan harus dikunjungi adalah Pura Ulun Danu. Pura yang berada di tepi danau tersebut merupakan salah satu dari sembilan pura Kahyangan Jagat yang mengelilingi Pulau Dewata.

Saat berkunjung ke sana, kamu akan melihat lima candi yang berada di dalam kompleks pura yakni Candi Agung Penataran, Pura Dalem Purwa, Pura Taman Beiji, Pura Lingga Petak, dan Pura Prajapati.

6. Tanah Lot

Suasana DTW Tanah Lot Tabanan dipenuhi wisatawan saat kondisi normal beberapa waktu lalu.
Suasana DTW Tanah Lot Tabanan dipenuhi wisatawan saat kondisi normal beberapa waktu lalu. (Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan)

Selanjutnya, ada wisata Tanah Lot di Kabupaten Tabanan, Bali. Tempat ini menawarkan pesona Pura Tanah Lot. Pura ini dikenal memiliki keunikan karena berada di atas batu karang yang besar.

Jika laut pasang, pura ini bisa terlihat seakan berada di tengah laut.

Bagi pencinta sunset atau matahari terbenam, lokasi Pura Tanah Lot menjadi salah satu spot yang wajib dikunjungi di Bali.

Pemandangan sunset tak biasa berupa siluet pura akan membuatmu berdecak kagum melihatnya.

Sebelum Covid-19 melanda, Tanah Lot selalu ramai oleh wisatawan dan bisa saja kamu tak bisa menikmatinya karena padatnya wisatawan.

Alhasil, kamu butuh waktu terbaik untuk mengunjungi tempat ini jika ingin merasakan ketenangan.

7. Desa Penglipuran

Suasana Desa Adat Penglipuran, Bangli, Bali, Jumat (12/4/2019).
Suasana Desa Adat Penglipuran, Bangli, Bali, Jumat (12/4/2019). (Tribun Bali/Noviana Windri)

Desa Penglipuran dikenal sebagai contoh pertama kali bentuk desa wisata di Indonesia.

Desa wisata di Bali ini sempat mendapatkan penghargaan Kalpataru.

Pada 2016 Penglipuran terpilih sebagai desa terbersih ke-3 dunia versi majalah internasional Boombastic dan pada 2017 mendapat penghargaan ISTA (Indonesia Sustainable Tourism Award) 2017 dengan peringkat terbaik untuk kategori pelestarian budaya.

Penghargaan terbaru, Penglipuran dan Pemuteran masuk dalam Sustainable Destinations Top 100 versi Green Destinations Foundation.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved