Breaking News:

Di Bali Menteri Bappenas: Selama Pandemi Covid-19, Indonesia Kehilangan Daya Beli Rp 374,4 T

Kementerian PPN/Bappenas mengumumkan kondisi negara selama masa pandemi Covid-19 di Ubud, Gianyar, Senin (28/12/2020).

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
(Ilustrasi) Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa (tengah), Gubernur Bali Wayan Koster (kiri) dan Gubernur Riau Syamsuar memberikan keterangan pers usai melakukan penandatanganan nota kesepahaman tentang rencana pembangunan rendah karbon di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Selasa (14/1/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR- Kementerian PPN/Bappenas mengumumkan kondisi negara selama masa pandemi Covid-19 di Ubud, Gianyar, Senin (28/12/2020).

Berdasarkan data Bappenas, pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir tujuh bulan ini, menyebabkan negara kehilangan daya beli masyarakat akibat loss of income sebesar Rp 374,4 triliuan.

Kondisi ini diakibatkan peurunan jam kerja di sektor industri dan pariwisata dengan utilitas 50 persen.

Menteri PPN/Bappenas, Suharso Monoarfa, mengungkapkan komponen penurunan daya beli ini tak terlepas dari pengangguran karena Covid-19 yang dialami 2,56 juta warga Indonesia, kemudian penduduk yang masih bekerja namun mengalami pengurangan jam kerja, yang dialami oleh 24,03 juta penduduk.

“Dampak pandemi telah terjadi penurunan utilitas dan kehilangan jam kerja. Perhitungan Bappenas, kita kehilangan daya beli masyarakat akibat loss of income sebesar Rp 374,4 triliun,” ujarnya.

Kata dia, pada 2021 nanti, PR besar Indonesia tidak saja pemulihan ekonomi nasional, namun juga transformasi ekonomi dalam jangka menengah dan panjang.

Adapun yang akan dilakukan negara dalam hal ini, adalah dengan enam strategi.

Mulai dari, membentuk sumber daya manusia berdaya saing, produtivitas sektor ekonomi di bidang industrialisasi, UMKM dan modernisasi pertanian.

Baca juga: Menparekraf Akan Perjuangkan Kelanjutan Dana Hibah Pariwisata & Soft Loan Rp 9,9 Triliun Untuk Bali

Baca juga: Ditanya soal Wisata Halal di Bali, Begini Jawaban Menparekraf Sandiaga Uno

Baca juga: Menteri Sandiaga Temui Gubernur Bali, Bahas Percepatan Pemulihan Pariwisata

Strategi lain adalah menciptaan ekonomi hijau, meliputi ekonomi rendah karbon, blue economy, dan transisi energi.

Terkait ekonomi hijau ini, Suharso mengatakan tidak hanya untuk meningkatkan ekonomi dan mata pencaharian dalan jangka pendek, namun juga melindungi kesejahteraan untuk jangka yang lebih panjang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved