Breaking News:

Berita Politik

GPS Klaim Hanura Menang 90 Persen di Pilkada Serentak se-Bali, Kaget Saat Kalah di Jembrana

"Kita sangat excellent ya untuk Bali, karena yang semua kita prediksi semua yang kita pastikan," katanya.

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ragil Armando
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Hanura, Gede Pasek Suardika alias GPS 

 Seperti di Pilkada Denpasar, yakni IGN Jayanegara-Kadek Agus Arya Wibawa (Jaya-Wibawa).

Lalu, di Pilkada Badung dari data yang masuk pasangan Nyoman Giri Prasta-Ketut Suiasa (Giriasa).

Kemudian di Pilkada Bangli, yakni Sang Nyoman Sedana Arta-Wayan Diar (Sadia).

 “Kemudian Bangli juga usulan daerah sangat pas, Badung juga karena memang kondisi begitu," paparnya.

Baca juga: DPD Hanura Bali Resmi Serahkan Rekomendasi ke Paket Kembang-Sugiasa di Pilkada Jembrana 2020

Dua daerah lainnya yakni Tabanan dan Jembrana pihaknya mengaku bahwa pihaknya tidak mampu meraih kemenangan.

Pada Pilkada Tabanan misalnya, GPS beralasan pihaknya mengusung AA Ngurah Panji Astika-Dewa Nyoman Budiasa (Padi) bersama Golkar, NasDem, dan Demokrat dikarenakan ingin menunjukkan adanya demokrasi di wilayah penghasil beras di Bali itu.

Di Pilkada tersebut, PDIP yang mengusung duet Komang Gede Sanjaya-Made Erdi Wirawan (Jaya-Wira) berhasil unggul atas Padi.

 "Dan target Tabanan memang begitu, sudah sesuai prediksi, kita memang mendukung Pak Panji, kita sudah tahu yang menang siapa, tapi lebih daripada aspek demokrasi, bukan soal menang-kalah," ulasnya.

Sedangkan, di Pilkada Jembrana sendiri, pihaknya mengaku sedikit kaget dengan hasil kekalahan pasangan usungan PDIP-Hanura yakni petahana Made Kembang Hartawan-Ketut Sugiasa (Bangsa).

 Ia mengaku sebelum pendaftaran Pilkada pihaknya sempat didekati oleh pasangan Nengah Tamba-I Gede Ngurah Patriana Krisna (Tepat).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved