Breaking News:

Berita Politik

GPS Klaim Hanura Menang 90 Persen di Pilkada Serentak se-Bali, Kaget Saat Kalah di Jembrana

"Kita sangat excellent ya untuk Bali, karena yang semua kita prediksi semua yang kita pastikan," katanya.

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ragil Armando
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Hanura, Gede Pasek Suardika alias GPS 

TRIBUN-BALI.COM,  DENPASAR – Pilkada Serentak 2020 telah usai dilaksanakan.

Bali sendiri menggelar enam Pilkada yakni Pilkada Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli, dan Karangasem.

Terkait hal ini, DPP Hanura mengklaim pihaknya meraih kesuksesan 90 persen di Pilkada tersebut.

Hal ini seperti diutarakan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Hanura, Gede Pasek Suardika (GPS) saat dikonfirmasi, Rabu (30/12/2020).

Baca juga: Hanura Targetkan Rebut Pilkada Klungkung dan Buleleng, Siap Calonkan Kader Sendiri

Ia mengaku bahwa hasil Pilkada yang dicapai Hanura sangat presisi dengan prediksi pihaknya di DPP.

"Kita sangat excellent ya untuk Bali, karena yang semua kita prediksi semua yang kita pastikan," katanya.

GPS mengaku bahwa prestasi terbesar Hanura adalah dengan memenangkan Pilkada Karangasem.

Di sana, Hanura yang berkoalisi dengan PDIP mengusung Gede Dana-Wayan Artha Dipa (Nadi) mempecundangi petahana yakni IGA Mas Sumantri-Made Sukerana (Massker) yang diusung koalisi besar Koalisi Karangasem Hebat Jilid II.

"Yang paling fenomenal kan Karangasem, kita mengambil keputusan yang sangat strategis,” paparnya.

Selain itu, pihaknya juga meraih kemenangan di dua Pilkada lainnya yakni di Badung, Denpasar dan Bangli.

 Seperti di Pilkada Denpasar, yakni IGN Jayanegara-Kadek Agus Arya Wibawa (Jaya-Wibawa).

Lalu, di Pilkada Badung dari data yang masuk pasangan Nyoman Giri Prasta-Ketut Suiasa (Giriasa).

Kemudian di Pilkada Bangli, yakni Sang Nyoman Sedana Arta-Wayan Diar (Sadia).

 “Kemudian Bangli juga usulan daerah sangat pas, Badung juga karena memang kondisi begitu," paparnya.

Baca juga: DPD Hanura Bali Resmi Serahkan Rekomendasi ke Paket Kembang-Sugiasa di Pilkada Jembrana 2020

Dua daerah lainnya yakni Tabanan dan Jembrana pihaknya mengaku bahwa pihaknya tidak mampu meraih kemenangan.

Pada Pilkada Tabanan misalnya, GPS beralasan pihaknya mengusung AA Ngurah Panji Astika-Dewa Nyoman Budiasa (Padi) bersama Golkar, NasDem, dan Demokrat dikarenakan ingin menunjukkan adanya demokrasi di wilayah penghasil beras di Bali itu.

Di Pilkada tersebut, PDIP yang mengusung duet Komang Gede Sanjaya-Made Erdi Wirawan (Jaya-Wira) berhasil unggul atas Padi.

 "Dan target Tabanan memang begitu, sudah sesuai prediksi, kita memang mendukung Pak Panji, kita sudah tahu yang menang siapa, tapi lebih daripada aspek demokrasi, bukan soal menang-kalah," ulasnya.

Sedangkan, di Pilkada Jembrana sendiri, pihaknya mengaku sedikit kaget dengan hasil kekalahan pasangan usungan PDIP-Hanura yakni petahana Made Kembang Hartawan-Ketut Sugiasa (Bangsa).

 Ia mengaku sebelum pendaftaran Pilkada pihaknya sempat didekati oleh pasangan Nengah Tamba-I Gede Ngurah Patriana Krisna (Tepat).

Hanya saja, ia berkilah pihaknya tetap mengusung duet Bangsa dikarenakan adanya komitmen sejak awal.

Belakangan, diketahui paslon Tepat berhasil memenangi Pilkada Jembrana.

"Kalau saya prediksi akan ketat, karena kita lihat di Pilkada sebelumnya,  kita sudah lihat trennya,  tetapi kembali itu urusan komitmen, bagi Hanura itu penting, dan kita konsisten ke sana, wajar menang-kalah," paparnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Hanura Bali, Kadek Arimbawa alias Lolak mengatakan bahwa dari enam Pilkada pihaknya mampu memenangkan empat Pilkada.

Hanya Pilkada Jembrana dan Tabanan saja yang pihaknya kalah.

“Kita menang empat dari dua,” ujarnya.

Terkait itu, Lolak menambahkan, untuk Pilkada Buleleng dan Klungkung, Hanura akan mengusung kader terbaiknya menjadi calon kepala daerah.

“Entah di posisi calon bupati atau wakil yang jelas kita usung kader Hanura, kalah menang kader gelah, nyame gelah,” katanya

Terkait komunikasi dengan parpol lain untuk koalisi, Lolak menegaskan kembali bahwa dengan perolehan kursi di DPRD Buleleng dan Klungkung membentuk satu fraksi, sejatinya sudah bisa mengusung pasangan calon.

“Tapi kami tetap komunikasi dengan partai lain, masih penjajakan,” tandasnya.

Pihaknya juga menyebut jika melihat dari jumlah kursi yang dikoleksi Hanura, untuk Pilkada Buleleng dan Klungkung, pihaknya sejatinya sudah bisa mengusung calon atau satu pasangan calon.

“Di Klungkung fraksi kita namanya Fraksi Hanura, kita tiga kursi ditambah Demokrat dan NasDem satu kursi, jadi Klungkung kita sudah bisa usung calon, di Buleleng 5 kursi satu fraksi penuh,” imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved