Natal dan Tahun Baru

Liburan Tahun Baru, Koster Batasi Aktivitas Masyarakat Sampai Jam 11 Malam Selama Empat Hari

Gubernur Bali, Wayan Koster membatasi aktivitas masyarakat mulai Rabu (30/12/2020) hingga Sabtu (2/1/2021) hanya sampai pukul 23.00 Wita.

Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Konferensi pers Gubernur Bali, Wayan Koster di rumah jabatannya, Selasa (22/12/2020). Dalam konferensi pers ini Koster memberikan penjelasan mengenai Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 2021 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali. 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali, Wayan Koster mem batasi aktivitas masyarakat mulai Rabu (30/12/2020) hingga Sabtu (2/1/2021) hanya sampai pukul 23.00 Wita atau jam 11 malam.

Upaya itu dilakukan dalam rangka mengurangi risiko lonjakan kasus Covid-19 pada masa liburan tahun baru.

Selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, kebijakan ini Koster tuangkan dalam surat nomor 880/Satgas/Covid-19/XII/2020.

Surat itu dikeluarkan pada 29 Desember 2020 dan ditujukan kepada Panglima Kodam (Pangdam) IX/Udayana, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali serta bupati dan wali kota se-Bali.

Baca juga: Gubernur Koster, Pangdam dan Kapolda Bali Cek Penerapan Rapid Test Antigen di Pelabuhan Gilimanuk

"Mohon bapak bupati/wali kota se-Bali untuk melakukan pengendalian aktivitas pembatasan masyarakat melalui jam malam maksimal pukul 23.00 Wita.

Pembatasan jam malam pada poin 1 dilaksanakan mulai tanggal 30 Desember 2020 sd 02 Januari 2021," tulis Koster dalam suratnya tersebut.

Koster pun dalam suratnya itu memohon kepada Pangdam IX/Udayana dan Kapolda Bali untuk membantu pemerintah daerah dalam pengawasan dan penindakan terhadap penegakkan jam malam tersebut.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, I Made Rentin menuturkan, kebijakan tersebut dikeluarkan setelah adanya evaluasi dari tim gabungan.

 Tim gabungan ini berada di bawah komando Kodam IX/Udayana dan beranggotakan gabungan dari kepolisian, TNI, Satpol PP, pecalang dan relawan.

Tim gabungan ini, kata Rentin, bergerak sejak 24 Desember lalu dan hasil evaluasinya menemukan bahwa cenderung terjadi kerumunan di jam 11 malam hingga subuh.

Kerumunan itu terjadi di tempat hiburan, tempat keramaian, hotel-hotel.

"Sehingga disepakatilah waktu rapat evaluasi tanggal 28 bahwa perlu ada pembatasan jam malam.

 Jadi mulai hari ini (diberlakukan).

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved