Corona di Bali

Pariwisata Bali Makin Kelabu Gara-gara Varian Baru Corona, Asita: Kami Beri Dukungan untuk Hal Baik

Munculnya varian baru virus corona membuat dunia pariwisata Bali makin kelabu. Pemprov Bali garap wisatawan domestik.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah wisatawan asing bermain air dan menanti sunset di Pantai Batu Bolong, Kuta Utara, Badung, Selasa (29/12/2020). Pemerintah melarang sementara warga negara asing dari seluruh dunia untuk berkunjung ke Indonesia per 1 Januari hingga 14 Januari 2021. Pelarangan tersebut sebagai respons varian baru virus corona yang semula muncul di Inggris. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pariwisata Indonesia, khususnya Bali, dipastikan semakin sulit untuk kembali bangkit di tengah situasi pandemi yang tak menentu.

Apalagi kini muncul varian baru virus corona, yang membuat dunia pariwisata makin kelabu.

Gara-gara munculnya virus corona varian baru yang ditemukan pertama di Inggris dan kini sudah menyebar di sejumlah negara itu, pemerintah pusat menutup pintu bagi kedatangan warga negara asing (WNA) ke Indonesia dari 1 hingga 14 Januari 2021.

Sebelumnya, pemerintah juga memperketat pintu masuk Bali di masa libur Natal dan Tahun Baru.

Akibatnya, banyak wisatawan domestik yang batal berkunjung ke Pulau Dewata menikmati liburan Nataru.

Berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat melarang WNA masuk Indonesia tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali tetap membuka pintu pariwisata dengan memfokuskan pada wisatawan domestik (wisdom).

Hal ini dilakukan sembari memperkuat penerapan protokol kesehatan (prokes).

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Belum Ditemukan di Indonesia, WNA Dilarang Masuk 1-14 Januari 2021

Baca juga: Sandiaga Uno Ditugaskan Persiapkan 5 Destinasi Wisata Super Prioritas, Bagaimana Pariwisata Bali?

Baca juga: Libur Nataru Full Booking, Pemilik Vila di Bali Semringah: Astungkara Kecipratan Wisatawan Juga

"Kita fokuskan ke domestik saja kan boleh ya. Sambil kita juga membenahi atau memperkuat lagi penerapan prokes kita," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, kepada Tribun Bali melalui sambungan telepon dari Denpasar, Selasa (29/12/2020).

Astawa menegaskan, kebijakan yang diambil pemerintah pusat melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) berkaitan dengan adanya virus corona varian baru perlu didukung.

"Untuk kepentingan nasional, tyang kira itu perlu didukung. Untuk sementara kita (wisatawan) domestiknya kita garap," jelas Astawa.

Lalu apakah kebijakan yang diambil oleh pemerintah pusat ini mempersempit peluang Bali untuk membuka pariwisata internasional?

Astawa menjelaskan, pembukaan pariwisata internasional bukan menjadi kewenangan pemerintah lokal, dalam hal ini Pemprov Bali.

Dikarenakan hal tersebut menjadi wewenang dari pemerintah pusat, maka pihaknya saat ini masih menunggu kebijakan dari pusat pula.

Saat kunjungan perdana Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno, ke Bali dua hari lalu, pembukaan pariwisata internasional memang sempat disinggung.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved