Natal dan Tahun Baru

Akhir Tahun, Manager Operasional Tiara Dewata Akui Terjadi Penurunan Pengunjung hingga 50 Persen

Suasana di Tiara Dewata yang beralamat di Jalan Mayjen Sutoyo No 55 Denpasar, Bali pada Kamis (31/12/2020) siang tampak mulai dikunjungi masyarakat

Tribun Bali/Karsiani Putri
Suasana menjelang Tahun Baru 2021 di Tiara Dewata yang beralamat di Jalan Mayjen Sutoyo No 55 Denpasar, Bali pada Kamis (31/12/2020) siang 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Suasana di Tiara Dewata yang beralamat di Jalan Mayjen Sutoyo No 55 Denpasar, Bali pada Kamis (31/12/2020) siang tampak mulai dikunjungi masyarakat yang ingin membeli berbagai kebutuhan, khususnya untuk persiapan merayakan tahun baru 2021 malam nanti. 

Dari pantauan Tribun Bali di lokasi, beberapa pengunjung tampak membeli kebutuhan pokok seperti beras, daging hingga  makanan ringan seperti snack dengan berbagai jenis. 

Baca juga: Promo JSM Alfamart dan Indomaret 31 Desember 2020-3 Januari 2021 Spesial Tahun Baru, Banjir Diskon

Baca juga: Aneka Resep Gurami Bakar Khas Bali yang Enak untuk Malam Tahun Baru 2021

Baca juga: Koster Batasi Jam Malam 4 Hari, Selama Liburan Tahun Baru, Cegah Penyebaran Covid-19

Manager Operasional Tiara Dewata, Novie Setyo ketika ditemui Tribun Bali menyebutkan produk makanan masih menjadi favorit dan incaran pengunjung yang berbelanja di Tiara Dewata

Namun, menurutnya di akhir tahun 2020 ini daya beli masyarakat tidak sebagus pada tahun 2019. 

Ia mengaku di akhir tahun ini terjadi penurunan pengunjung kurang lebih mencapai 50 persen apabila dibandingkan dengan akhir tahun 2019 lalu. 

Baca juga: Jelang Tahun Baru, Pemprov Bali Berlakukan Jam Malam Mulai Hari Ini Hingga 2 Januari 2021

Baca juga: Klungkung Dibuat Lengang Saat Malam Tahun Baru, Pasar Senggol Pun Tutup Sehari

Baca juga: Ciptakan Gianyar Bebas Covid-19, Bupati Mahayastra Tiadakan Perayaan Tahun Baru

"Semua sektor apapun saat ini sedang sulit, khususnya pariwisata dan kami di ritel juga sangat  bergantung  dengan pariwisata," ujar Novie Setyo. 

Ia menyebutkan bahwa menurunnya  minat masyarakat untuk berbelanja di akhir tahun ini juga dipengaruhi dengan adanya imbauan dari pemerintah yang memberlakukan pengendalian aktivitas masyarakat melalui jam malam, maksimal pukul 23.00 WITA dan mulai berlaku Rabu (30/12/2020) kemarin.

Baca juga: Jelang Malam Tahun Baru di Bali, Pelaku Usaha yang Membandel Bikin Kerumunan Bakal Ditutup Sementara

Menurutnya pada tahun-tahun sebelumnya, permintaan masyarakat untuk kebutuhan ikan, daging hingga berbagai bahan untuk BBQ terbilang tinggi namun di tahun ini terjadi penurunan.

Ia mengaku pada momen akhir tahun ini, untuk pasokan ikan, pihaknya hanya menyiapkan sekitar 25-30 persen dibandingkan dari tahun 2019 lalu mengingat permintaan yang semakin menurun.

Tiara Dewata sendiri selama ini menjadi salah satu supermarket di Kota Denpasar, Bali yang selalu menjadi favorit masyarakat. 

Menurut Novie Setyo, Tiara Dewata dikenal dengan kualitas barang yang fresh dan juga kelengkapan produk-produknya. 

Untuk memberikan rasa nyaman bagi para pengunjung yang datang, Tiara Dewata sejak bulan April 2020 lalu telah giat menerapkan  protokol kesehatan.

"Kami mewakili manajemen Tiara Dewata berharap dan berdoa tentunya pandemi ini segera berakhir karena kita pahami kondisi perekonomian menjadi sangat sulit dan berat. Semoga dengan berakhirnya pandemi tentunya berbagai sektor khususnya sektor pariwisata bisa bergerak dan sektor lain tentunya bisa juga bergerak. Kami juga berharap masyarakat juga bisa menjalankan protokol kesehatan yang sudah digariskan Pemerintah," ungkapnya. (*) 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved