Breaking News:

Babak Baru Kasus Parodi Penghinaan Lagu Indonesia Raya, Polri Sebut Diduga Ada Keterlibatan WNI

Setelah Kepolisian Republik Indonesia berkoordinasi dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM) terkait dugaan tersangka melecehkan lagu Indonesia Raya

Editor: Ady Sucipto
ANTARA/HO-Humas Polda Bali
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Prabowo Argo Yuwono, saat mengisi webinar dengan tema “Restoring Tourism Kesehatan dan Keamanan Terjaga, Ekonomi Bangkit” di Hotel Aston, Kuta, Bali, Sabtu (12/12/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kasus pelecehan parodi lagu Indonesia Raya di sosial media YouTube beberapa waktu lalu kini memasuki babak baru. 

Setelah Kepolisian Republik Indonesia berkoordinasi dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM) terkait dugaan tersangka melecehkan lagu Indonesia Raya merupakan seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Sabah. 

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono yang menyebut bahwa pihaknya telah menerima adanya dugaan laporan tersebut berasal dari PDRM

Hingga saat ini, pihaknya masih terus berkoordinasi antara kedua belah penegak hukum.

"Masih koordinasi dengan polisi Malaysia," kata Argo dalam keterangannya, Kamis (31/12/2020).

Namun demikian, ia tidak menjelaskan lebih lanjut ihwal identitas pelaku WNI yang diduga menjadi aktor parodi penghinaan lagu Indonesia Raya.

Baca juga: Malaysia Kecam dan Berjanji Luncurkan Penyelidikan Video Parodi Lagu Indonesia Raya

Baca juga: Bergambar Karikatur Ayam, Lagu Indonesia Raya Diparodikan Warga Malaysia, Begini Respon Kemenlu RI

Baca juga: Si Ibu Ungkap Video TikTok Perpisahan Terakhir, Sebelum Lisa Sirait Tewas Mengenaskan di Malaysia

Diberitakan sebelumnya, Tersangka utama yang mengedit lagu Indonesia Raya bukan orang Malaysia, dan diduga ulah orang Indonesia sendiri.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Polisi Negara Malaysia, Tan Sri Abdul Hamid Bador, pada Kamis (31/12/2020).

Video parodi lagu Indonesia Raya yang viral itu tak hanya mengubah total lirik dengan kalimat-kalimat insinuatif, tetapi juga mengganti lambang negara burung Garuda dengan ayam jago berlambang Pancasila, dilatarbelakangi bendera Merah Putih.

Diberitakan Kompas.com melansir dari media pemerintah Malaysia Bernama, dugaan itu didapat usai menginterogasi seorang pekerja Indonesia berusia 40-an tahun di Sabah, yang juga salah satu tersangka kasus tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved