Breaking News:

Berita Karangasem

Dua Hari Hanya Terjual 15-20 Liter Arak, Petani Arak Mengeluh Permintaan Arak Menurun Drastis

Dua Hari Hanya Terjual 15-20 Liter Arak, Petani Arak Mengeluh Permintaan Arak Menurun Drastis Jelang Akhir Tahun

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Seorang petani arak warga Desa Tri Eka Bhuana - Dua Hari Hanya Terjual 15-20 Liter Arak, Petani Arak Mengeluh Permintaan Arak Menurun Drastis 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Pergantian tahun biasanya menjadi “masa panen” bagi petani arak.

Namun, tahun ini permintaan arak mengalami penurunan drastis.

Sejumlah petani arak di Desa Tri Eka Buana, Sidemen, Karangasem, Bali, pun mengeluhkan kondisi ini.

Apalagi penurunan hampir mencapai 50 persen lebih dibandingkan perayaan pergantian tahun baru sebelumnya.

Baca juga: Resah Akan Kehilangan Mata Pencaharian, Petani Arak di Desa Besan Harap Pemerintah Tolak RUU Mikol

Baca juga: Jelang Tahun Baru 2021, Permintaan Arak di Tri Eka Buana Karangasem Menurun Hingga 50 Persen

Baca juga: Gugus Tugas Covid-19 Denpasar Minta Masyarakat Rayakan Tahun Baru 2021 dengan Merenung

Seorang petani arak asal Tri Eka Buana, Nyoman Rudana, mengatakan biasanya penjualan jelang pergantian tahun mencapai 40-50 liter selama dua hari.

Sekarang hanya terjual 15 sampai 20 liter.

Menuru Rudana, sebagian pengepul arak hanya berani mengambil sekitar 15 sampai 20 liter dari para petani arak.

"Walaupun arak sudah dilegalkan, tetapi permintaan turun. Pengepul membatasi pembelian arak. Makanya banyak petani arak yang mengeluh karena penjualannya menurun. Sampai sekarang penjualan masih sedikit," ungkap Rudana kepada Tribun Bali, Rabu (30/12/2020) siang.

Ditambahkan, turunnya permintaan arak disebabkaan beberapa faktor.

Di antaranya menjamurnya minuman fermentasi yang beredar di Bali, sehingga permintaan arak tradisional alami penurunan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved