Breaking News:

Human Interest Story

Gianyar Ingin Menjadikan Bunutin sebagai Kampung Duren

Mengakhiri jabatan sebagai bupati pada Februari 2021 nanti, Made Gianyar berencana kembali ke kampung halaman di Desa Bunutin, Kintamani, Bangli, Bali

Tangkapan layar Youtube
Bupati Bangli, Made Gianyar 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Mengakhiri jabatan sebagai bupati pada Februari 2021 nanti, Made Gianyar berencana kembali ke kampung halaman di Desa Bunutin, Kintamani, Bangli, Bali.

Ia juga ingin mengembangkan pertanian di kampungnya, dan menjadikan Desa Bunutin sebagai Kampung Duren.

Gianyar menjelaskan petani sekarang harus punya nilai tambah.

Pun pertanian, tidak lagi melihat kuantitas tanaman, melainkan juga harus ada estetika di dalamnya.

Baca juga: Sampah Menumpuk di Pantai Kuta, Koster Sentil Pemkab Badung

Baca juga: Hingga Akhir Jabatan, Gianyar Belum Mampu Terapkan Imbal Jasa Lingkungan

Baca juga: BREAKING NEWS - Warga Busungbiu Temukan Sesosok Jasad di Dasar Jurang, Tim SAR Lakukan Evakuasi

“Pariwisata itu suka dengan hal-hal yang indah. Ketika pertanian ada estetika, keindahan, maka terpadulah konsep agrowisata,” ujarnya.

Ia menambahkan tuhan memberikan anugerah luar biasa kepada Desa Bunutin berupa tanaman durian.

Hal yang membuatnya menjadi istimewa, karena durian di Bunutin dipanen tidak saat musim durian.

“Pokoknya duren di negarian (kota) kota habis, maka di sini (Bunutin) baru panen. Sehingga harganya selalu tinggi. Ipar saya kemarin pada masa pandemi covid-19 laku Rp  85 juta. Adik saya yang paling kecil juga demikian, sudah biasa jual duren Rp 30 hingga Rp 60 juta,” ucapnya.

Gianyar menilai saat ini seluruh masyarakat di Bunutin sudah menanam durian, termasuk dirinya.

Ia pun berencana akan rembug ke desa, sehingga ke depannya Desa Bunutin keunggulannya menjadi Kampung Duren.

“Sehingga nanti suatu ketika mungkin ada festival duren, berikutnya menjadi agrowisata duren. Sehingga mohon dukungan dan doa restu masyarakat Bunutin, ke depan cita-cita saya ingin Bunutin ini menjadi desa wisata, menjadi desa agrowisata,” ungkapnya.

“Apalagi ada bendungan terbesar di Indonesia Timur, sepertinya Desa Bunutin (BanglI), Desa Belok Sidan (Badung), dan Desa Pausan (Gianyar) ke depan akan menjadi entitas objek wisata artificial (Buatan). Pada saat itulah Desa Bunutin akan menjadi Kampung Duren,” tandas Made Gianyar (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved