Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ini Ramalan Baba Vanga dan Bill Gates di Tahun 2021, Obat Kanker hingga Perubahan Iklim

Baba Vanga, cenayang terkenal asal Bulgaria sempat mengungkapkan ramalannya untuk tahun 2021.

Tayang:
Gambar oleh diema dari Pixabay
Ilustrasi ramalan zodiak tahun 2021 - Ini Ramalan Baba Vanga dan Bill Gates di Tahun 2021, Obat Kanker hingga Perubahan Iklim 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tahun 2020 telah berganti menjadi tahun 2021.

Ada beragam masalah yang terjadi di tahun 2020.

Dan ada beberapa masalah yang masih dihadapi dunia di tahun 2021.

Seperti pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Baca juga: Ramalan Zodiak Keuangan Hari Ini 1 Januari 2021, Libra Bisa Stres, Sagitarius Perhatikan Hal Detail

Baca juga: Ini 5 Kegiatan Seru yang Bisa Anda Lakukan Agar Tahun Baru Makin Semangat & Optimis, Apa Saja Itu ?

Baca juga: 30 Ucapan Selamat Tahun Baru 2021 dalam Bahasa Indonesia & Inggris, Cocok untuk Status di Medsos

Pergantian tahun 2020 ke 2021 tanpa kemeriahan pesta kembang api dan terompet.

Maklum, masa pandemi Covid-19 mengharuskan kita untuk tidak berkerumun.

Sebab, satu di antara pemicu penularan adalah kerumunan.

Banyak orang menyampaikan ramalannya untuk tahun 2021 sekarang ini.

Mengutip Kompas TV, Baba Vanga, cenayang terkenal asal Bulgaria sempat mengungkapkan ramalannya untuk tahun 2021.

Cenayang yang sudah meninggal pada 1996 lalu tersebut mengatakan pada 2021 nanti obat kanker akan ditemukan.

Selain itu, dia juga mengatakan pada 2021 akan ada banyak bencana besar dan bencana alam, saat tiga raksasa bersatu.

Dia juga mengungkapkan seekor naga yang kuat akan merenggut kemanusiaan.

“Masa sulit akan datang dan banyak orang akan terbagi karena kepercayaan mereka. Kita akan menyaksikan peristiwa mengerikan yang akan mengubah nasib dan takdir umat manusia,” katanya sebelum meninggal dilansir dari Daily Mail.

Banyak yang menafsirkan bahwa naga yang dimaksud adalah China yang semakin mendominasi dunia.

Baba Vanga
Baba Vanga (Wikimedia)

Dia juga meramalkan obat kanker akan ditemukan pada tahun mendatang.

“Akan tiba harinya saat kanker diikat dengan rantai besi,” tutur wanita yang dijuluki Nostradamus dari Balkan itu.

Baba Vanga menjadi sosok penting bagi penggiat teori konspirasi karena beberapa ramalannya terbukti.

Wanita yang meninggal di usia 85 tahun itu sempat memprediksi Trump akan terjangkit penyakit mematikan pada 2020.

Itu terbukti saat Trump terjangkit Covid-19 pada Oktober lalu.

Dia juga sempat mengungkapkan AS akan memiliki presiden berkulit hitam.

Baba Vanga sendiri sebelum kematiannya telah memprediksi apa yang akan terjadi hingga tahun 5079, yang diyakini sebagai tahun terakhir dunia atau kiamat.

Bill Gates
Bill Gates (Kompas.com)

Sementara Bill Gates telah memprediksi datangnya pandemi sejak lima tahun sebelum peristiwa terjadi.

Dalam sebuah presentasi di acara Ted Talks tahun 2015 itu, Gates mengatakan jika virus yang kala itu belum diketahui namanya, akan lebih berbahaya dibanding misil.

Virus itu bisa membunuh puluhan juta orang. Prediksi Gates bukan hanya penerawangan tanpa dasar.

Bapak Microsoft ini kerap menggunakan teknologi dan wawasannya untuk menganalisis, termasuk memprediksi kejadian yang akan datang.

Kini, Bill Gates kembali memprediksi setidaknya empat hal yang kemungkinan akan terjadi pada tahun 2021 dan setelahnya.

Berikut empat prediksi Bill Gates yang dirangkum KompasTekno dari Inc, Senin (26/10/2020).

1. Pandemi memburuk sebelum membaik

Ketika ditanya kapan pandemi Covid-19 akan tuntas, Gates merinci sekilas prediksi garis waktunya.

"Antara saat ini dan akhir tahun, kondisi akan mamburuk," kata Gates. Dari kejadian beberapa bulan lalu, menunjukan bahwa lebih banyak orang yang berada di dalam rumah dan cuaca yang dingin, kasus di Eropa dan Amerika akan melambung.

Gates memperkirakan angka kasus dan kematian akibat Covid-19 akan terus bertambah selama musim gugur mendatang.

"Kabar baiknya, pengobatan - terutama antibodi monoclonal - akan mulai tersedia di akhir tahun atau awal tahun depan," imbuh Gates.

Untuk diketahui, antibodi monoclonal terbuat dari pengkloningan sel darah putih dan dapat ditargetkan untuk antigen tertentu.

Pengobatan ini pernah digunakan untuk Presiden AS, Donald Trump saat dia terjangkit Covid-19 beberapa waktu lalu.

Selain itu beberapa vaksin yang sedang diuji coba oleh beberapa lembaga peneliti dari berbagai dunia, sudah hampir mendapat persetujuan.

"Kemungkinan, awal tahun depan, dua atau tiga dari enam vaksin yang masuk uji coba tahap ketiga saat ini akan mendapat persetujuan," papar Gates.

Harapannya, dengan tersedianya vaksin sekolah-sekolah akan bisa kembali dibuka, setidaknya musim gugur tahun depan.

Di akhir tahun 2021, Gates memprediksi kondisi AS akan jauh lebih baik dari saat ini. Namun, bukan berarti pandemi akan benar-benar berakhir.

"Kita belum bisa sepenuhnya kembali normal sampai kita bisa melawan virus itu di manapun," ujar Gates. Pemulihan Covid-19 di masing-masing negara berbeda. Beberapa negara bisa sigap menganggulangi virus, seperti Selandia Baru, Australia, dan Korea Selatan. Namun, kasus baru didapatkan dari turis mancanegara.

"Eliminasi global dengan banyak kerja sama adalah sesuatu yang kami pikir harus dilakukan," ungkap Gates.

2. Persiapan vaksin untuk wabah selanjutnya

Gates mengapresiasi pemerintah di seluruh dunia, terutama Amerika Serikat yang memberikan dukungan dana untuk merespons pandemi.

Terutama dalam hal percepatan pengembangan vaksin baik yang dikembangkan menggunakan platform tradisional maupun modern seperti RNA.

Vaksin RNA berbeda dengan vaksin tradisional yang bekerja dengan cara menginfeksi penerima (pasien) dengan patogen atau virus yang "dilemahkan" atau "mati" untuk memicu kekebalan.

Sementara vaksin RNA terbuat dari messenger RNA (mRNA) yang juga akan menghasilkan respons imun tubuh yang sama dengan platform tradisional.

Karena tidak memerlukan keseluruhan patogen, vaksin RNA disebut lebih aman, lebih mudah diproduksi masal, dan berpotensi lebih serbaguna.

"Itu adalah pendekatan yang sangat menjanjikan, baik untuk mempercepat pembuatan vaksin yang baru maupun kemampuan memiliki pabrik umum yang bisa berdiri tanpa memandang penyakit apa yang akan dihadapi," kata Gates.

"Kami akan menggunakan platform itu untuk mencoba dan membuat vaksin HIV, malaria, dan tuberkulosis," imbuh Gates.

3. Semuanya berjalan lebih baik

Gates adalah tipikal yang memandang sesuatu dengan optimistis.

Dia menyarankan agar memandang suatu hal dengan gambaran yang lebih besar.

Ketika ditanya apa yang membuatnya masih berharap, Gates menjawab "secara keseluruhan, kerangka dasarnya adalah hidup menjadi lebih baik".

Pelan tapi pasti, semua berangsur-angsur lebih baik dari sebelumnya.

"Bagaimana kita memperlakukan minoritas, bagaimana kita memperlakukan perempuan. Perlahan tapi pasti, kita mengurangi angka kematian akibat kanker, mulai memahami sesuatu seperti diabetes dan Alzheimer," ungkap Gates.

Kendati demikian, Gates tidak menyangkal ada kemunduran. Pandemi covid-19 menjadi contohnya. Namun, tetap ada hal yang bisa disyukuri.

"Seratus tahun lalu, angka kematian anak-anak di bawah usia lima tahun mencapai 30 persen. Tidak ada tempat di duni yang seburuk itu saat ini," lanjut Gates.

Meskipun, diakuinya masih ada beberapa negara yang memiliki angka kematian anak-anak tinggi, namun tetap ada kemajuan ke arah yang lebih baik.

"Dan Anda tahu, saya optimis," kata Gates sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Inc.com, Sabtu (31/10/2020).

4. Perubahan iklim bukan karena asap kendaraan, tapi pembangunan gedung

Sebagian besar orang berpikir bahwa "musuh" utama perubahan iklim adalah volume kendaraan bermotor yang meningkat.

Kemudian munculah ide membuat mobil ramah lingkungan dengan bahan bakal angin atau sinar matahari.

Tapi, menurut Gates, kendaraan bukanlah penyebab utama masalah lingkungan, melainkan semen dan baja yang menjadi bahan baku pembuatan gedung.

"Kita tidak memiliki cara membuat semen tanpa mengeluarkan emisi cukup besar," kata Gates.

Meskipun manusia sudah mulai mengubah perilaku untuk mencegah dampak kerusakan lingkungan yang lebih parah, ditambah solusi dari teknologi, menurut Gates itu saja tidak cukup.

"Tanpa inovasi, tidak ada cara lain," lanjut Gates. Saat ini, Gates tengah mendanai sebuah startup bernama Heliogen yang fokus mengeksplorasi cara penggunaan tenaga surya untuk aplikasi pembuatan baja dan semen. (Kompas.com/Kompas TV)

Artikel ini telah tayang di https://tekno.kompas.com/read/2020/10/31/13070097/4-ramalan-bill-gates-untuk-tahun-2021-dari-pandemi-hingga-perubahan-iklim?page=all

Artikel ini telah tayang di https://www.kompas.tv/article/133071/ramalan-baba-vanga-untuk-2021-ditemukannya-obat-kanker-dan-munculnya-naga?page=all

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved