Breaking News:

Berita Badung

Pantai Kuta Dapat Sampah Kiriman, TNI Bersama DLHK dan Masyarakat Lakukan Aksi Bersih-bersih

Kodam IX/Udayana bersama DLHK Kabupaten Badung dan masyarakat sipil melakukan kegiatan karya bhakti dengan bersih-bersih pantai

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana aksi bersih-bersih Pantai Kuta yang dilakukan Kodam IX/Udayana bersama DLHK Kabupaten Badung dan masyarakat - Pantai Kuta Dapat Sampah Kiriman, TNI Bersama DLHK dan Masyarakat Lakukan Aksi Bersih-bersih 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Melihat sampah kiriman yang volumenya cukup tinggi dan membuat keindahan Pantai Kuta hilang, Kodam IX/Udayana bersama DLHK Kabupaten Badung dan masyarakat sipil melakukan kegiatan karya bhakti dengan bersih-bersih pantai, Jumat (1/1/2021) pagi. 

Alat berat jenis ekskavator dari DLHK Kabupaten Badung juga diturunkan guna mempercepat proses pembersihan pantai dan pengangkutan sampah yang didominasi sampah plastik.

Aster Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf I Made Mahabarta mewakili Pangdam IX/Udayana dalam sambutannya sebelum bersih-bersih pantai dilakukan mengatakan kegiatan pagi ini harus dimaksimalkan.

Baca juga: Penghujung Tahun 2020, Pantai Kuta Terlihat Sepi, namun Sampah Kiriman Tersebar Penuhi Bibir Pantai

Baca juga: Malam Tahun Baru, Pantai Kuta Tidak Ditutup, Hanya Dibatasi Pengunjungnya

Baca juga: Swab Antigen Gratis di Pantai Kuta Banyak Peminat, Bagi yang Reaktif Polda Bali Siagakan Ambulans

"Mudah-mudahan dengan kehadiran kita (membersihkan pantai) bisa menjadikan pantai yang kita cintai dan banggakan tidak seperti yang kita lihat sekarang ini (kotor banyak sampah kiriman). Ini adalah merupakan tanggung jawab moril kita bersama bahwa lingkungan kita harus dalam kondisi baik," tambahnya dalam sambutannya.

Menurut Kepala Dinas DLHK Kabupaten Badung, I Wayan Puja, sampah kiriman di Pantai Kuta, Badung, Bali, diperkirakan mencapai 30 ton.

"Kalau ini di ton kan tidak kurang dari 30 ton jumlahnya dalam sekali hentakan. Sebenarnya sampah kiriman seperti ini terjadi setiap tahun, tapi dari bentuk sampah agak berkurang terutama kayu-kayu besar itu dulu ada. Tapi kali sekarang batang-batang pohon dan sampah-sampah plastik," ujarnya.

Sampah kiriman ini jika dilihat banyak sampah plastik berarti datang dari pemukiman yang sampahnya tidak dikelola, tidak ditempatkan di satu tempat, kemudian ketika hujan besar itu kebawa arus air hujan hingga ke sungai dan ke pantai.

Karena pantai kita posisinya menghadap ke barat ketika angin datang dari barat itu kumpul lah sampahnya disini (Pantai Kuta).

"Kita jadi tempat penampungan sampah di pantai itu ada dua. Kalau angin barat ke Pantai Kuta, kalau angin timur kumpul di pantai kawasan Tanjung Benoa. Saya berterima kasih kepada Bapak Pangdam dan beserta jajaran begitu peka melihat situasi ini," imbuh Wayan Puja.

Suasana aksi bersih-bersih Pantai Kuta yang dilakukan Kodam IX/Udayana bersama DLHK Kabupaten Badung dan masyarakat.
Suasana aksi bersih-bersih Pantai Kuta yang dilakukan Kodam IX/Udayana bersama DLHK Kabupaten Badung dan masyarakat. (Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)

Baca juga: Sampah Kiriman di Sepanjang Pantai di Badung Diperkirakan Akan Berakhir Maret 2021

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved