Breaking News:

Corona di Bali

Lagi, RSUD Buleleng Terima Bantuan Satu Mesin PCR dari BNPB

RSUD Buleleng kembali mendapatkan bantuan satu unit mesin swab test Polymerase Chain Reaction (PCR) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Mesin PCR di RSUD Buleleng 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - RSUD Buleleng kembali mendapatkan bantuan satu unit mesin swab test Polymerase Chain Reaction (PCR) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Penambahan mesin PCR ini untuk menambah kapasitas uji swab. 

Sekda Buleleng, juga sebagai Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa dikonfirmasi Minggu (3/1/2020) mengatakan, pada Desember lalu, pihaknya memang sempat bersurat ke BNPB untuk meminta tambahan bantuan dua unit mesin PCR.

Baca juga: Terkait Vaksin Covid-19, Dinkes Badung Masih Tunggu Arahan dari Pusat

Baca juga: Ikatan Sarjana Katolik Indonesia Sebut Vaksin Covid-19 Membawa Harapan  Baru

Baca juga: Komentar Sejumlah Warga Bali terkait Vaksinasi Covid-19, Warga: Perasaan Takut Sih Pasti Ada

Kedua mesin itu rencananya diletakkan di Lab PCR RSUD Buleleng untuk memaksimalkam jumlah pelayanan, serta di Lab Mikrobiologi Dinkes Buleleng. 

Namun dari permintaan tersebut, BNPB baru menyetujui untuk memberikan satu tambahan bantuan mesin PCR untuk RSUD Bulelemg. 

Mesin itu telah diterima pada Sabtu (2/1/2021) kemarin, dan kini masih menjalani uji fungsi.

"Dari segi tempat kan sudah siap, jadi begitu mesinnya datang, bisa langsung beroperasi," ucap Suyasa. 

Baca juga: Penemuan Mayat Mr.X di Gatsu Dievakuasi Petugas BPBD dengan APD Lengkap

Baca juga: Pendapatan Tukang Sewa Pelampung di Pantai Sanur Menurun 75 Persen Saat Libur Nataru

Baca juga: 237 Dokter Meninggal Covid-19, Terbanyak di Jawa Timur, di Bali 6 Dokter

Terpisah, Dirut RSUD Buleleng, dr Arya Nugraha mengatakan, pemerintah pusat dalam hal in Kemenkes dan BNPB menilai kesiapsiagaan sangat diperlukan, mengingat penularan Covid-19 saat ini cenderung lebih tinggi di tingkat keluarga.

Untuk itu, dengan adanya penambahan satu unit mesin PCR ini, jumlah spesimen yang diperiksa bisa lebih banyak, serta hasilnya dapat diterima lebib cepat.  

"Klaster keluarga semakin banyak, sehingga kami dibackup satu mesin PCR lagi. Di samping itu, pengalaman di daerah lain, hanya punya satu mesin PCR, begitu rusak tidak bisa melakukan pemeriksaan lagi. Jadi itu latar belakang pusat memberikan kami bantuan satu mesin PCR lagi," terangnya. 

Baca juga: Seorang Pria Bunuh Diri di Jembatan Suluban Pecatu, Sempat Kirim Pesan WA kepada Kekasihnya

Baca juga: Komisi Perlindungan Anak Bali Temui Tersangka Kasus Pembunuhan Teller Bank di Denpasar

Baca juga: Tekan Laju Penyebaran Covid-19, Satgas Enforce Klungkung Patroli Kerumunan Pagi Sampai Malam

Dengan adanya penambahan satu unit mesin PCR ini, jumlah spesimen yang dapat diperiksa oleh pihak RSUD Buleleng bisa mencapai 160 per harinya.

Sementara untuk SDM, dr Arya menyebut pihaknya telah memiliki satu orang dokter ahli, serta 20 orang analis terlatih dan admin.  

"Sebelum ada penambahan satu mesin PCR ini, sehari itu rata-rata kami bisa menguji 40 hingga 80 spesimen."

"Dengan adanya tambahan lagi satu mesin PCR ini, ya bisa mencapai 180 spesimen yang diperiksa setiap hari, dan hasilnya bisa langsung diketahui. Pagi diperiksa, sore hasilnya sudah bisa diketahui," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved