Breaking News:

Pendidikan

RESMI! Seluruh Daerah di Bali Tunda Pembelajaran Tatap Muka, Siswa Kembali Belajar dari Rumah

Seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Bali resmi menunda pelaksanaan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19.

tribun bali/dwisuputra
Ilustrasi kembali ke sekolah selama pandemi covid-19. Seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Bali resmi menunda pelaksanaan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19. 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hari ini, Senin (4/1/2021), para siswa memasuki pembelajaran semester genap dan seharusnya telah kembali ke sekolah masing-masing.

Namun, seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Bali resmi menunda pelaksanaan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Penundaan pembelajaran tatap muka ini resmi ditunda setelah adanya koordinasi antara dinas yang menaungi urusan pendidikan kabupaten/kota dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali sebelum tahun baru 2021.

Kepala Disdikpora Provinsi Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa mengatakan, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan kabupaten/kota termasuk dengan pihak sekolah.

"Setelah mencermati perkembangan, situasi (Covid-19) yang trend-nya meningkat sehingga dilakukanlah penundaan (pembelajaran tatap muka). Dalam arti pembelajaran tetap secara daring," kata Boy saat dihubungi Tribun Bali, Senin (4/1/2021).

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa. (Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana)

Boy menegaskan, bahwa pihaknya harus menghormati kebijakan dari pemerintah kabupaten dan kota.

Pasalnya pihak kabupaten/kota lebih mengetahui keberadaan zona sekolah termasuk aman dari Covid-19 atau tidak.

Termasuk sekolah tingkat SMA, SMK dan SLB yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali juga ikut melakukan penundaan.

Hal itu dikarenakan keberadaan sekolah tersebut juga berada di wilayah kabupaten/kota sehingga mengikuti keputusan bupati/wali kota setempat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved